Mengucap Syukurlah Seperti Anak Kecil Ini, Jangan Biarkan Damaimu dalam Tuhan Terampas!

Renungan Harian / 4 October 2017

Mengucap Syukurlah Seperti Anak Kecil Ini, Jangan Biarkan Damaimu dalam Tuhan Terampas!
Lori Official Writer
      4942

Kolose 2: 7

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu96[/kitab]; [kitab]Lukas17[/kitab]; [kitab]Danie11-12[/kitab]

Menutup hari sebagai sebuah keluarga, aku berbaring di kasur putra bungsuku dan memanjatkan doa penghantar tidur. Malam itu adalah momen yang langka, dia malah meminta membawakan doa. Padahal biasanya kalau sudah mulai doa tidur, dia akan cenderung bergerak-gerak tak jelas. Tapi malam itu adalah kesempatan yang membuat kami senang.

“Terima kasih, Yesus,” ucapnya. “Untuk kakak laki-lakiku, ibu, ayah, rumah dan teman-temanku.. Oh, dan terima kasih juga untuk kasur tidurku dan terima kasih Yesus untuk Webkinz ku, dan untuk atap rumah kami, dan tetangga kami yang bisa bermain bersama kami hari ini. Terima kasih juga untuk sampul, makanan dan piring kami, dan kucing kami…” ucapnya.

Anakku mengucapkan syukur kepada Yesus selama 10 menit yang sangat maksimal! Padahal biasanya hanya dialah satu-satunya orang di keluarga kami yang paling susah diajak berdoa. Tapi doa malam itu menunjukkan kalau dia sepertinya rindu mengejar Tuhan. Aku pun cuma bisa tersenyum mengingat momen itu.

Malam itu, dia benar-benar bisa tidur dengan pulas. Suamiku bahkan mencoba memeriksa kondisi mereka di kamar dan mendapati kalau putra bungsuku sudah tenggelam dalam mimpi bersama Yesus.

Aku teringat Mazmur 55: 22 yang berkata, “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara Engkau!..” Putraku menuangkan isi hatinya kepada Tuhan dalam ucapan syukur bahkan untuk hal terkecil sekalipun. Setelah itu, dia akhirnya bisa beristirahat dengan aman dalam kasih Bapa. Aku pun mulai bertanya-tanya kenapa aku sering gagal melakukan hal yang sama?

Kenapa kita harus membiarkan semangat ketidakpuasan dan keegoisan kita merampas kesempatan kita untuk menikmati istirahat di dalam penjagaan Bapa Surgawi lewat ucapan syukur? Kenapa kita terlalu sering memusatkan perhatian kepada kekurangan kita daripada apa yang kita punya? Anakku yang masih kecil saja bisa bersyukur atas semua hal yang ada di sekitarnya kepada Tuhan. Kenapa kita tidak?

Kolose 2: 6-7 mendesak kita untuk hidup dan berakar di dalam Yesus dan dibangun di atas Dia. Kita juga diminta supaya kita bertambah teguh dalam iman dan melimpah dengan syukur. Itulah yang Tuhan mau kita lakukan dalam hidup ini.

Karena itu, marilah mengalihkan fokus kita dan membiarkan hati kita yang lelah dipimpin oleh seorang anak kecil (Yesaya 11: 6b) waktu kita mulai mengucapkan syukur kepada Tuhan kita yang penuh kasih setia. Dengan cara bersyukur seperti itulah kita akan bisa mengalami damai dalam hadirat-Nya!


Sikap bersyukur akan selalu melahirkan damai sejati di dalam hati

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?