Tetap Kuat dan Berani Meski Dalam Keterpurukan
Kalangan Sendiri

Tetap Kuat dan Berani Meski Dalam Keterpurukan

Hilda Tri Lestari Contributor
      912

2 Samuel 22:29-30

Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku. Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 66; Markus 10; Bilangan 15-16

Dalam 2 Samuel 22 kita sama-sama membaca nyanyian syukur Daud kepada Tuhan. Ia bersyukur karena Tuhan melepaskan dia dari cengkeraman musuhnya, terutama dari Raja Saul. Setelah ia diurapi oleh Tuhan melalui Nabi Samuel, butuh belasan tahun lamanya sampai ia benar-benar menjadi Raja Israel. Selama belasan tahun, Daud harus menjadi seorang pengembara, berpindah-pindah untuk menghindari Raja Saul karena ia sangat menghormati Raja Saul. Tetapi dalam pengembaraannya, ia bertemu dengan banyak musuh-musuh baru.

Posisi Daud sangatlah tidak mudah, tetapi Daud tetap menguatkan iman kepercayaannya kepada Tuhan dan berani menghadapi semua kondisi. Ia tetap memegang janji Tuhan atas hidupnya, Daud sekali-kali tidak mau curiga kepada Tuhan yang ia sembah. Yang menjadi pertanyaannya mengapa Daud punya iman yang luar biasa kepada Tuhan?

Jawabannya karena ia selalu bergaul karib dengan Tuhan, bukan hanya pada waktu ia jadi pelarian tetapi pada waktu ia menggembalakan 2-3 ekor domba di masa mudanya. Daud mengenal Tuhan yang ia sembah dengan benar, tak sekalipun ada kecurigaan kepada Tuhannya dengan bertanya mengapa segala pergumulan ini harus menimpaku?

Tuhan senantiasa akan melimpahkan kekuatan bagi setiap kita untuk memampukan setiap kita, yang harus kita lakukan adalah belajar mempercayai Tuhan dalam setiap tindakan kita, iman kita harus kita sertai dengan perbuatan kita dan percayalah kemenangan demi kemenangan akan menjadi bagian kita. Mari kita bersama bergaul karib dengan Tuhan kita sehingga kita akan mengenal Tuhan kita dengan benar.

Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami