Hanya Hal Ini yang Bikin Kita Bahagia

Renungan Harian / 17 May 2017

Hanya Hal Ini yang Bikin Kita Bahagia
Lori Official Writer
      6327

Amsal 16: 20

Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu137[/kitab]; [kitab]IIKor10[/kitab]; [kitab]IISam1-2[/kitab]

Aku dan suamiku saling bertatapan melihat respon ibuku yang sudah berusia 93 tahun tak lagi mengingat siapapun. Padahal kami harus menghabiskan 6 jam panjang untuk menjenguknya ke Atlanta. Aku mulai putus asa.

Tapi tiba-tiba aku mulai mengingat sebuah pengalaman bersama seorang ibu yang aku jumpai di gereja. Saat itu aku bertanya, “Buk, apakah kamu bahagia?” Seolah bingung dengan pertanyaan itu, aku pun mulai mengganti pertanyaanku. “Apakah ibu merasa puas?”

Sebagai seorang ibu penyandang Alzheimer, aku berpikir apakah dia masih ingat pertanyaannya? Setelah menunggu beberapa menit. Dia lalu memecah kesunyian dengan berkata, “Ya. Aku merasa puas.” Meskipun tanpa ekspresi, kata-katanya terdengar benar. Kita bisa katakan kalau dia mengerti dengan pertanyaan itu.

Tuhan menjawab doaku. Dia mengijinkan aku berhubungan dengan ibuku. Dia juga berbicara kepadaku melalui ibu. Lalu apa yang dibutuhkan untuk bahagia? Kita menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mengejar kebahagiaan. Kita bertindak seolah-olah kita berhutang. Bahkan orang dewasa membuat keputusan besar untuk mencapai kebahagiaan itu.

Kita terlalu sering mencari kebahagiaan dengan cara pandang masyarakat secara umum. Kita mencarinya dari barang, kesuksesan, prestis, atau hiburan, makanan, minuman dan obat-obatan terlarang. Kita pikir kita akan bahagia kalau kita mendapatkan semua yang kita inginkan.

Lalu apa yang sebenarnya Tuhan sampaikan soal kebahagiaan? Dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kebahagiaan diartikan dengan ‘merasa diberkati’. Dengan kata lain, kebahagiaan sejati berasal dari tangan Tuhan sendiri (baca ayat Alkitab selengkapnya Ayub 5: 17; Amsal 14: 21; Amsal 29: 18; Yakobus 5: 11; 1 Petrus 4: 14)

Kebahagiaan dan kepuasan erat kaitannya. Kita mungkin mencari kebahagiaan melalui keuntungan pribadi yang bersifat sementara. Tapi firman Tuhan berkata, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” (1 Timotius 6: 6).

Aku nggak tahu apakah ibuku diberkati atas kunjungan kami. Karena dia memang sangat memberkatiku. Aku senang kalau ibu yang saleh mempengaruhi hubunganku dengan Tuhan. Dan satu hal yang aku pelajari dari ibuku adalah bahwa sumber kebahagiaan itu adalah ‘percaya kepada Tuhan’.


Kebahagiaan sementara yang ditawarkan dunia tidak ada apa-apanya dibanding dengan kebahagiaan kekal yang diberikan Tuhan

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?