Teguran layaknya alarm. Dapat membuat kita tidak suka namun dapat membantu kita. Hal yang harus dilakukan sebenarnya adalah bijak menerima setiap teguran sebagai bentuk perhatian dan kepedulian yang dilakukan si penegur terhadap kita. Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak. (Amsal 15:5)
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”