Meskipun perintah Yesus untuk mengasihi musuh sangat sulit, Dia bukan menginginkan agar kita menderita. Allah sendiri mengasihi orang-orang yang jahat dan tidak tahu berterimakasih. Ia ingin kita menjadi serupa dengan-Nya. Apakah perintah ini terlalu sulit untuk dilakukan? Ingatlah bahwa Ia lebih dahulu mengasihi kita saat kita belum diperdamaikan dengan-Nya. Mengasihi orang yang baik kepada kita adalah manusiawi; mengasihi orang yang jahat kepada kita adalah ilahi.
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian. (Lukas 6:33)
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”