Ayat Renungan: Mazmur 139: 7-12 - “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.”
Apakah kita sudah benar-benar mengakui bahwa kita butuh pertolongan Tuhan setiap hari?
Saya baru saja menyaksikan film Kristen terbaru berjudul “The Last Supper”. Film ini menggambarkan bagaimana respon murid-murid Yesus di detik-detik Ia ditangkap dan diadili, termasuk Petrus. Sebagai murid yang paling dekat dengan Yesus, Petrus meyakinkan Yesus bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Yesus. Tetapi nyatanya, saat krisis datang ia dipenuhi ketakutan lalu memilih menyangkal Yesus.
Mazmur 139: 7-12, yang kita baca pagi ini adalah nyanyian Raja Daud sebagai pengakuan imannya bahwa ia sangat membutuhkan Tuhan kemanapun dia pergi atau masalah apapun yang dia hadapi. Tidak ada yang lebih kita butuhkan selain kehadiran Tuhan saat kita menghadapi krisis.
Saat penangkapan Yesus, Petrus dan murid-murid lainnya terancam. Iman mereka mulai terguncang dan mulai diserang rasa takut yang besar. Sehingga membuat mereka memilih melarikan diri. Namun Daud menegaskan bagaimana Tuhan setia – Dia tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Ketika kita berada di lembah kekelaman, ketika musuh-musuh kita mengepung kita, atau ketika beban hidup kita begitu berat, Tuhan selalu hadir memberikan pertolongan.
Krisis bisa membuat hati kita berbalik dari Tuhan. Karena kemanusiaan kita akan mendorong kita untuk mencari keamanan yang nyata. Sama seperti Petrus, sekalipun kita memilih tidak setia, Tuhan sendiri akan tetap setia. Seperti disampaikan dalam 2 Timotius 2: 13, “…jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”
Renungan hari ini adalah sebuah pesan pengingat untuk kita, sebagai orang-orang percaya. Di luar sana, mungkin Anda mengenal seseorang yang mengambil pilihan menyangkal Tuhan ketika krisis terjadi. Tetapi mari memilih iman seperti Daud, yang imannya tetap teguh sekalipun penderitaan yang ia hadapi begitu menyakitkan.
Momen Refleksi:
Tak seorangpun yang mampu terhindar dari krisis kehidupan. Namun, jika Anda merasa keadaan yang Anda hadapi begitu menekan dan rasa takut memenuhi hidup Anda, jangan pernah merasa sendirian! Kami hadir untuk Anda sebagai sahabat dengan menyediakan Layanan 24 jam.
Jika Anda butuh dukungan doa atau bimbingan, silahkan hubungi kami dengan klik di sini Layanan Doa dan Konseling CBN.