Diperdamaikan untuk Mendamaikan
Kalangan Sendiri

Diperdamaikan untuk Mendamaikan

Lori Official Writer
      146

Ayat Alkitab: 2 Korintus 5: 18-19 “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”

 

Pernahkah Anda melihat jembatan yang menghubungkan dua tebing curam? Tanpa jembatan, tak ada jalan yang aman untuk menyebrangi jurang. Jembatan itu menjadi satu-satunya harapan agar dua sisi bisa terhubung.

Demikian juga dengan kita. Dosa telah membuat jurang pemisah antara manusia dan Allah, dan hanya satu "jembatan" yang bisa memulihkan hubungan itu yaitu Yesus Kristus. Dalam 2 Korintus 5: 18-19, Paulus menulis, “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.”

Setiap orang dulunya berada di seberang jurang—terpisah dari Allah. Tapi oleh kasih karunia, kita telah diperdamaikan. Sekarang, kita bukan hanya penerima damai, tapi juga pembawa damai. Kita dipercaya membawa pesan rekonsiliasi, bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan hidup kita.

Tuhan memberi kita pelayanan pendamaian bukan sebagai beban, tapi sebagai buah dari kehidupan yang kita tawarkan dengan sukacita (Roma 10:14-15). Kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus (Kisah Para Rasul 1:8), bukan hanya kepada yang mudah kita dekati, tapi juga kepada mereka yang berbeda, bahkan yang juga melukai kita.

Apakah kita benar-benar peduli pada siapa pun yang belum mengalami pendamaian dengan Allah? Atau kita hanya puas karena sudah "selamat"? Ingatlah kata Yesus, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).

Pelayanan ini memang tidak selalu nyaman. Butuh pengorbanan. Tapi hasilnya begitu besar; menghasilkan pemulihan, kesatuan, dan sukacita yang sejati. Paulus menulis, “Segala sesuatu kuperbuat karena Injil, supaya aku mendapat bagian di dalamnya” (1 Korintus 9: 23).

 

Momen Refleksi:

Bagaimana Anda bisa menjadi “jembatan” hari ini? Apakah hidup Anda sudah mencerminkan pesan pendamaian itu? Adakah orang di sekitar Anda yang perlu merasakan kasih Allah melalui tindakan dan perkataan Anda?

Ikuti Kami