Bacaan Alkitab setahun : Mazmur 135; Yohanes 12; Ratapan 3
Suatu hari saya menonton acara pertandingan bela diri di televisi. Acara ini menampilkan pertandingan antara satu jenis cabang bela diri melawan jenis cabang bela diri lainnya. Sebuah pewahyuan baru timbul ketika saya menyaksikan seorang judoka bertanding.
Judo merupakan salah satu olahraga bela diri yang mengutamakan tekhnik membanting dan mengunci dalam mengalahkan lawan. Hal yang menarik adalah posisi bertahan ketika seorang judoka menghadapi serangan lawan. Posisi pertahanan sempurna adalah dengan berlutut dengan muka menghadap ke tanah.
Penyerangan dan pertahanan merupakan dua hal yang penting. Ilmu militer mengajarkan bahwa pertahanan terbaik adalah penyerangan. Filosofi ini telah menyebar dalam paradigma olahraga dan seluruh nilai kehidupan. Tetapi paradigma ilahi mengatakan hal berbeda.
Pertahanan terbaik adalah berlutut. Pertahanan sempurna adalah dengan berdoa. Pertahanan yang sulit ditaklukkan adalah dengan merendahkan diri di bawah kaki Tuhan. Ya, ketika kita menjadikan Tuhan kota pertahanan kita, maka Ia yang akan melakukan penyerangan dan penetrasi sebagai master of breakthrough.
Elia berlutut dengan muka menghadap tanah dan berdoa agar hujan turun. Yakobus dikenal dengan sebutan lutut unta karena ia selalu berlutut dan berdoa hingga lututnya hancur. Tanah di tempat ia biasa berdoa menjadi cekung mencetak dua lubang dari sepasang lutut pertahanan.
Jadikan doa sebagai strategi pertahanan terbaik Anda.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”