Menjadi Hamba yang Setia
Kalangan Sendiri

Menjadi Hamba yang Setia

Hilda Tri Lestari Contributor
      667

Roma 6:16-17

Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

 

Bacaan setahun : Mazmur 148; Wahyu 4; Ester 1-2

Hamba adalah bawahan dari seorang atasan. Sebagai hamba, seseorang harus memiliki sikap hormat, tunduk, taat serta setia kepada atasannya. Ketika manusia jatuh kedalam dosa untuk pertama kalinya, manusia hidup dalam pengertiannya dan kebenarannya sendiri, serta cenderung berbuat dosa karena sudah menjadi hamba dosa. Sebagai seorang hamba dosa, manusia kadang tidak segan-segan menghalalkan segala cara untuk memenuhi kepuasan pribadinya.

Puji Tuhan! Berkat kasih karunia Tuhan Yesus yang rela datang ke dunia untuk menebus dosa manusia, dulu kita yang menjadi hamba dosa, kini menjadi hamba-Nya. Kita telah dibayar dengan darah-Nya yang mahal dan tak ternilai.

Sebagai seorang hamba Allah kita harus rela melepaskan hak-hak kita (keegoisan hidup kita), taat dan tunduk. Kita memercayakan hidup kita seutuhnya kepada Tuhan sebagai tuan kita. Namun percayalah, Tuhan kita itu adalah tuan yang sangat baik. Dia bukanlah tuan yang jahat dan semena-mena, bahkan lebih dari itu, walaupun kita hamba malahan diangkat menjadi anak-Nya.

 

Mari kita bersama-sama menjadi hamba yang setia, taat dan tunduk sampai akhir hidup kita dengan rela melepaskan hak-hak kita serta mempercayakan hidup kita seutuhnya kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami