Janganlah Mencontoh Orang Farisi
Kalangan Sendiri

Janganlah Mencontoh Orang Farisi

Zee Official Writer
      9824
Show English Version

Matius 23:25
"Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan."

Bacaan alkitab setahun: Matius 23:1-36; Lukas 18:9-14; Matius 6:5-15

Masih ingatkah Anda tentang orang Farisi? Mereka memiliki hobi unik yaitu mencobai Yesus dengan pertanyaan dan perkataan mereka yang selalu menghakimi orang lain: “Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” (Mrk 2:24), “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?” (Mrk 7:5), mereka bahkan menghakimi Yesus sendiri, “Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." (Yoh 9:16), “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” (Luk 7:39).

Yesus sendiri menyebut orang-orang Farisi sebagai kaum yang munafik karena mereka selalu ingin dihormati oleh umat mereka, dan selalu ingin terlihat baik dan suci di hadapan semua orang, padahal seringkali juga mereka menghakimi dan menghina orang lain. Bagaikan cawan yang dibersihkan bagian luarnya namun kotor di sebelah dalamnya, orang-orang Farisi mencari audiens ketika mereka berbuat baik atau mengucap doa supaya orang memandang mereka sebagai orang-orang yang taat, padahal perbuatan mereka tidak sebanding dengan “aksi-aksi rohani” mereka.

Saudara-saudara, hendaknya kita sebagai umat Tuhan yang benar, menjauhi tingkah laku orang-orang Farisi dan mulai hidup dalam kasih Tuhan. Pantaskah apabila kita bernyanyi-nyanyi memuji Tuhan dengan suara lantang, namun dengan suara yang sama kita menghakimi dan merendahkan sesama kita? Pantaskah kita melipat kedua tangan kita memohon kepada Tuhan, sedangkan dengan tangan yang sama kita menyakiti orang-orang di sekitar kita?

Ada dua hukum utama yang Tuhan Yesus sebutkan. Yang pertama adalah bagi kita untuk mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. Yang kedua adalah untuk mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri (Mrk 12:30-31). Maka marilah kita, di dalam pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan, berhenti menghakimi dan membalas perbuatan saudara-saudara kita seperti layaknya orang Farisi, namun mulailah menyebarkan kasih melalui perbuatan-perbuatan kita. Karena dengan begitu, Kerajaan Allah akan dimuliakan.

Gunakanlah lidah dan kedua tanganmu untuk memuliakan Allah dengan mengucap syukur dan berbuat kebaikan.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?