Lidah Untuk Memberkati atau Mengutuk, Mana yang Kamu Pilih?

Renungan Harian / 5 April 2017

Kalangan Sendiri
Lidah Untuk Memberkati atau Mengutuk, Mana yang Kamu Pilih?
Lori Official Writer
      15857

Yakobus 3: 9

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu96[/kitab]; [kitab]Lukas8[/kitab]; [kitab]Yosua3-4[/kitab]

Sebagian besar orang merasa sangat jijik dan takut dengan ular. Karena ular digambarkan sebagai sosok yang jahat dan berbahaya. Stereotype buruk soal ular ini terjadi sejak pemberontakan si iblis terhadap Tuhan. Akibatnya, si iblis pun dilemparkan dari surga dan ribuan tahun kemudian ular diasosiasikan sebagai perwujudan si iblis di jaman ini.

Saat aku membaca Yakobus 3, seorang Yakobus mendesak orang Kristen untuk mengakui pentingnya mengendalikan apa yang keluar dari mulut kita. Dia menjelaskan bahwa lidah itu juga ‘buas, tak terkontrol dan penuh racun yang mematikan’.  Hal yang lebih buruk lagi dari lidah kita adalah bahwa kita bisa menggunakannya untuk memuji Tuhan sekaligus mengutuki orang-orang (Yakobus 3: 9).

Saat kita merenungkan ayat ini, kita pasti akan terbayang dengan lidah ular yang bercabang. Juga diartikan sebagai lidah yang suka ‘bergosip, menjatuhkan orang lain, membual, memanipulasi, menyampaikan ajaran palsu, berbicara berlebihan, mengeluh dan berbohong’. Dan entah berapa kali kita suka berbicara tanpa mengontrolnya (Kejadian 3: 1).

Sebagai orang Kristen, kita pasti melakukan segala upaya untuk menjaga diri kita dari kejahatan-kejahatan besar seperti membunuh, berzinah, atau mencuri. Tapi kita sering gagal untuk mengenali bahwa apa yang keluar dari mulut kita sendiri hanya akan menimbulkan rasa sakit, luka dan bahkan kematian (Matius 12: 34; Matius 15: 18-19).

Bagaimana caranya kita melindungi diri kita dari ‘gosip, menjatuhkan orang lain, membual, memanipulasi, menyampaikan ajaran palsu, melebih-lebihkan, mengeluh, menyanjung, dan berbohong?’ Kita bisa merenungkan ayat Amsal 4: 23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Bagaimana kita bisa menjaga hati kita? Dengan memperhatikan dan menaati firman Tuhan dan siap memakai kuasa firman-Nya untuk melawan si iblis dan menggagalkan strategi serangannya.

 

Lidah adalah salah satu indra penting yang harusnya kita pakai untuk menyampaikan setiap perkataan-perkataan baik dan membangun

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?