Melayani Tuhan dengan Segenap Hati
Kalangan Sendiri

Melayani Tuhan dengan Segenap Hati

Claudia Jessica Official Writer
      52

Matius 28:19-20

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

 

Sering kali kita berpikir melayani Tuhan itu hanya untuk orang-orang tertentu. Terutama mereka yang aktif di gereja, yang pandai bicara, atau yang terlihat “lebih rohani.” Sementara kita merasa biasa saja, tidak cukup tahu Alkitab, tidak cukup berani, atau belum siap.

Tapi menariknya, saat Yesus memberikan perintah ini, murid-murid-Nya juga sedang dalam kondisi “tidak siap.” Mereka baru saja melewati masa yang membingungkan. Yesus disalibkan, lalu bangkit, dan sekarang mereka harus menghadapi masa depan tanpa kehadiran-Nya secara fisik. Mereka mungkin penuh pertanyaan dan ketidakpastian.

Namun justru di momen itu, Yesus berkata, “Pergilah…”

Ini yang sering kita lewatkan, Tuhan tidak menunggu kita sempurna dulu untuk melayani. Dia memanggil kita dalam kondisi kita sekarang.

Yesus memberi sebuah tugas yang dikenal sebagai Amanat Agung. Ia berkata untuk pergi, menjadikan semua bangsa murid, membaptis, dan mengajar mereka.

Kedengarannya besar dan mungkin terasa berat. Tapi sebenarnya, ini dimulai dari hal yang sederhana seperti membagikan apa yang sudah kita alami bersama Tuhan.

Kita mungkin tidak punya semua jawaban. Tapi kita punya cerita. Cerita bagaimana Tuhan menolong kita, menguatkan kita, atau mengubah hidup kita, dan sering kali cerita itulah yang menyentuh hati orang lain.

Melayani Tuhan tidak selalu berarti berdiri di depan banyak orang. Kita bisa memulainya dari hal kecil seperti mendoakan teman, memberi semangat, mendengarkan, atau menunjukkan kasih dalam tindakan sehari-hari.

Ketika kita menjalani Amanat Agung, ada satu janji yang meneguhkan kita, “Aku menyertai kamu senantiasa.” (Matius 28:20)

Tuhan tidak pernah mengutus tanpa menyertai dan kita tidak berjalan sendiri. Bahkan dalam rasa takut atau ragu, Tuhan tetap ada bersama kita.

Melayani Tuhan dengan segenap hati bukan tentang seberapa hebat kita, tetapi tentang seberapa mau kita taat dan melangkah.

 

Refleksi:
Apakah selama ini kamu merasa belum siap untuk melayani Tuhan?

Action:
Hari ini, ambil satu langkah kecil. Doakan satu orang, atau bagikan kebaikan Tuhan dalam hidupmu kepada seseorang. Jangan tunggu sempurna, tetapi mulailah dari hati yang mau dipakai Tuhan. Karena lewat hidupmu, orang lain bisa mengenal Kristus.

Ikuti Kami