Bacaan Alkitab setahun: Amsal 11; Yohanes 21; Kidung Agung 7-8
PHK kadang dipandang tidak adil dari sisi karyawan. Karyawan seolah tampak rapuh dan tak berdaya. Cukup satu surat PHK dari atasan dikeluarkan, dapat mempengaruhi karyawan dalam banyak aspek. Memang banyak faktor yang melandasi suatu keputusan PHK, dan salah satunya adalah kinerja karyawan itu sendiri.
Sebenarnya ada kiat-kiat praktis yang dapat diterapkan setiap karyawan untuk terhindar dari PHK. Salah satunya dengan menempatkan diri kita di posisi pemilik perusahaan dan bertanya apa yang diharapkannya dari karyawannya. Apakah ‘kita' (sebagai pimpinan) puas dengan kinerja dan hasil pekerjaan kita (sebagai karyawan)? Tidak ada seorang pimpinan yang rela kehilangan aset terbaik milik perusahaannya.
Untuk alasan efisiensi, perusahaan tentu hanya akan memberhentikan karyawan-karyawan yang tidak produktif dan mempertahankan sekuat tenaga karyawan-karyawan terbaiknya. Dengan sudut pandang inilah kita dapat mengukur kinerja masing-masing.
Sudahkah kita menghasilkan kontribusi atau buah-buah yang baik bagi perusahaan? Itu pertanyaan yang harus sering kita tanyakan pada diri kita sendiri. Jika kinerja kita baik, kemungkinannya kita di-PHK bisa mengecil atau hilang bukan?
Kinerja Anda di pekerjaan akan menunjukkan kualitas Anda dalam mengemban tanggungjawab yang diberikan kepada Anda.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”