Lekas Marah Justru Kasih Kesempatan Si Iblis Merusak Hidupmu

Renungan Harian / 29 June 2020

Lekas Marah Justru Kasih Kesempatan Si Iblis Merusak Hidupmu
Lori Official Writer
      5484

Efesus 4: 26-27

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.


Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 30; Kolose 3; 2 Tawarikh 18-19

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap sembilan ribu pegawai negeri Inggris dan dipublikasikan di Archives of Internal Medicine bahwa kemarahan berkepanjangan berdampak buruk bagi kesehatan seseorang.

Mereka yang mengaku menghadapi masalah hubungan dengan orang lain menemukan 34 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung atau sakit dada dibandingkan dengan peserta yang mendapatkan dukungan emosional dan kesempatan untuk menyampaikan perasaan mereka dengan cara yang sehat.

Kemarahan itu sendiri tidak selalu salah. Tapi kemarahan yang tidak dibarengi dengan kesabaran terhadap kebutuhan orang lain bisa merusak. Itulah salah satu alasan kenapa penting sekali menyampaikan kata-kata dan tindakan kita dengan sabar. Bahkan waktu kita kesal kepada seseorang.

Kesabaran memberi kita kesempatan untuk mencari alasan atas emosi yang bisa membuat kita melakukan atau mengatakan sesuatu yang melukai orang lain.

Efesus 4: 26-27 mengingatkan kita bahwa mengendalikan kemarahan kita adalah masalah rohani. Waktu kita gagal mengendalikan amarah kita, kita memberi si iblis kesempatan untuk menyerang kita, baik secara pikiran, tubuh serta hubungan dengan orang lain.

Jadi, ambillah langkah yang tepat untuk menghadapinya. Salah satunya dengan membayangkan waktu kita berada dalam situasi yang memicu kemarahan. Berkomitmenlah kepada diri sendiri untuk mengambil langkah, seperti menghitung sampai sepuluh, meninggalkan ruangan atau menaruh tangan di atas mulut kita, yang akan membantu kita menahan amarah.


Hak cipta Gary Chapman, disadur dari Crosswalk.com.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?