Tercermin di Dalam Anda

Renungan Harian / 3 September 2011

Kalangan Sendiri
Tercermin di Dalam Anda
Budhi Marpaung Official Writer
      3348
Matius 12:34
“Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 65; Markus 15; Hosea 8-10

Suatu hari Larry Julian (Penulis buku laris “God Is My CEO”) makan siang bersama teman yang dihormatinya, Cary Humpries. Dalam sebuah percakapan non-formal, Cary menanyakan sesuatu kepadanya, “Menurutmu, apa yang merupakan salah satu kebenaran terpenting di dalam Alkitab?, Setelah ia mencoba-coba dengan berbagai ayat, Cary menjawab apa yang ditanyakan oleh dirinya sendiri, “Menurutku Yohanes 3:16: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Lalu dengan menatap Larry, Carry melanjutkan perkataannya, “Itulah salah satu kebenaran terpenting dalam Alkitab dan Yesus mengomunikasikan pesan tersebut bukan secara pribadi kepada ribuan orang, melainkan kepada satu orang, yaitu Nikodemus, secara pribadi, pada waktu malam.”

Apa yang diucapkan oleh temannya itu membuka pemikiran Larry. Dari hasil perenungannya, ia melihat bahwa orang-orang Kristen yang hidup di lingkungan mayoritas pengikut Kristus seringkali terlalu lebay ketika menyatakan iman-Nya sehari-hari. Lihatlah pertandingan Rugby di Amerika Serikat. Sebuah tanda yang bertuliskan YOHANES  3:16 sangat jelas terpampang jelas disana. Bagi pembuat tanda tersebut itulah iman dia yang harus diberitakan kepada dunia.

Dalam buku “God Is My Coach”, Larry menyatakan hal itu pasti bukanlah apa yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus. Yang dimaui oleh-Nya, pesan-Nya dibagikan sebagai sebagai dialog pribadi di antara dua orang. Mengutip apa yang dikatakan oleh Dr. Guiness yang juga disetujui oleh Larry, “Jangan heran kalau orang berprasangka.”

Ketika kita membagikan iman kita dengan cara-cara yang tidak pantas, kita mengundang prasangka. Pendekatan “tanda Yohanes 3:16” di saat pertandingan Rugby, lanjutnya, menyebabkan kedua-keduanya membangun dinding pemisah di antara orang-orang beriman dengan yang lain. Yesus menghendaki umat-Nya membagikan iman dalam situasi sehari-hari.

Tidak ada rumusan pasti untuk membagikan iman Anda. Kita masing-masing harus menemukan cara unik kita sendiri. Yesus menyuruh kita “cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Sebagai orang-orang yang berada di dunia marketplace, kita perlu memperlihatkan hikmat, menunjukkan kepekaan terhadap lingkungan kita dan berpantas diri dengan keadaan ketika kita mengkomunikasikan iman kita di lingkungan yang demikian menantang dan berprasangka.

Seperti kata Yesus, “Sebab apa yang keluar dari mulut meluap dari hati.” Saya percaya bahwa jika Anda mengasihi Allah dengan segenap hati dan Anda mengasihi sesama, komunikasi Anda akan menghormati Allah dan ditangkap oleh satu orang yang perlu mengalami kasih karunia-Nya. Bagaimana cara menghidupi dan mengkomunikasikan iman Anda di lingkungan yang beragam? Biarlah apa yang Anda yakini itu tercermin dalam siapa Anda. Percayalah, orang akan melihat Kristus yang dinyatakan di dalam Anda dan memuji Bapa yang di surga.

Anda adalah duta Tuhan Yesus di bumi dan karenanya itu Anda harus berlaku seperti DIA berlaku.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?