Tidak Takut dan Kuatir Meski di Tengah Krisis

Renungan Harian / 10 June 2026

Tidak Takut dan Kuatir Meski di Tengah Krisis
Lori Official Writer
      117

Yeremia 17:7–8

"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah."

 

Belakangan ini kita banyak dibanjiri dengan informasi dan berita bahwa Indonesia tidak baik-baik saja. Nilai rupiah merosot, inflasi semakin terasa, dan ketidakpastian ekonomi mulai menyentuh hampir semua lapisan kehidupan. Akibatnya, kita mulai bertanya-tanya: "Apakah kebutuhan keluarga masih akan tercukupi? Apakah bisnis kita akan bertahan? Apakah pelayanan yang kita bangun dengan susah payah akan terus berjalan?"

Apakah Anda sedang merasakan hal yang sama hari-hari ini? Ayat renungan hari ini dari Yeremia 17:7–8 menjadi semacam sumber kekuatan untuk kita. Disana disampaikan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah."

Kita bisa lihat ada beberapa bagian kuat yang ditekankan di sana. Pertama, "orang yang mengandalkan Tuhan" akan "diberkati". Diberkati dalam hal ini bukan berarti Tuhan selalu menghalaunya dari musim panas terik atau tahun kekeringan. Tetapi justru di tengah musim itu berlangsung, dia tidak layu karena panas terik dan tidak kering karena kemarau. 

Rahasianya tidak terletak pada musim apa yang sedang dia lalui, tetapi pada bagaimana akarnya merambat ke tepi batang air. Akar itulah yang menyuplai setiap kebutuhan sekalipun dalam musim-musim yang sangat panas dan kering. 

Jadi, ketika sumber kehidupan kita adalah Tuhan dan bukan ekonomi, bukan kondisi pasar, bukan situasi politik, maka krisis apapun yang terjadi tidak akan membuat kita takut atau kuatir akan apapun. Seperti disampaikan Paulus dalam Filipi 4: 6-7 supaya kita "jangan kuatir tentang apapun juga" Karena Tuhan mau menekankan bahwa Dia adalah sumber dari segala sesuatunya. Bahkan waktu kita sudah merasa aman karena punya semua hal, Tuhan bahkan bisa mengambilnya dalam sekejap.   

Jadi, keamanan sejati tidak pernah bersumber dari apa yang kita punya dan kondisi yang kita alami. Tetapi seberapa melekat kita kepada pemilik dari langit dan bumi yaitu Tuhan.

 

Momen Refleksi:

1. Di tengah ketidakpastian ekonomi yang sedang terjadi, di mana sebenarnya "akar" hidupmu tertancap? Pada kondisi keuangan yang aman, pada pekerjaan yang stabil — atau pada Tuhan yang tidak berubah?

2. Adakah area dalam hidupmu yang saat ini lebih banyak diisi oleh kekuatiran daripada oleh doa? Apa langkah konkret yang bisa kamu ambil hari ini untuk menyerahkan beban itu kepada Tuhan?

3. Jika kamu benar-benar percaya bahwa Tuhan adalah sumber hidupmu yang tidak pernah kering, bagaimana seharusnya kamu merespons krisis yang sedang terjadi di sekitarmu?

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?