Menyelesaikan Pekerjaan Dengan Sungguh Bukan Dengan Instan

Renungan Harian / 11 August 2026

Menyelesaikan Pekerjaan Dengan Sungguh Bukan Dengan Instan
Lori Official Writer
      205

Kolose 3:23-24

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya."

 

Kita hidup di zaman yang serba instan — makanan instan, informasi instan, bahkan cara kita menyelesaikan tanggung jawab pun mulai terbiasa dengan pola pikir "yang penting selesai". Kita tidak peduli prosesnya karena kita pikir "Gak ada kok yang perhatikan juga."

Lalu laporan yang kita kerjakan pun asal jadi karena atasan tidak mengawasi. Tanggung jawab rumah tangga dikerjakan seadanya karena merasa tidak ada yang melihat. Tugas kuliah yang dikerjakan dengan comot sana comot sini. Atau mungkin pelayanan di gereja yang kita kerjakan setengah hati karena merasa itu hanyalah rutinitas. 

Bukan hanya tentang tanggung jawab, tetapi kewajiban kita berdoa dan merenungkan Firman Tuhan pun kadang hanya sekilas lalu. Kita memilih cara instannya saja!

Dan kalau bisa jujur, kita pernah ada di posisi dari salah satu yang disebutkan di atas bukan?

Pagi ini mari merenungkan satu pesan kuat yang disampaikan Paulus. Di sana disampaikan, "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23-24)

Sebenarnya, ini adalah surat yang ia sampaikan kepada jemaat di Kolose, dan menariknya ini ditujukan secara khusus kepada para hamba (budak) yang bekerja di bawah tuan mereka di zaman itu. 

Dalam konteks di zaman itu, seorang budak bekerja karena paksaan, tanpa upah yang layak, dan seringkali tidak mendapat penghargaan apapun dari tuannya. Jadi, mereka sama sekali tidak punya alasan untuk punya motivasi sungguh untuk bekerja.  

Tetapi di tengah situasi yang secara manusiawi tidak adil itulah Paulus mencoba mengubah paradigma para hamba ini. Ia berpesan: "Kerjakanlah dengan segenap hati, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."

Dia mengalihkan sumber motivasi mereka — dari mencari pengakuan tuan duniawi kepada mencari penghargaan dari Tuan yang sejati, yaitu Bapa Surgawi. Ia menegaskan upah yang sesungguhnya tidak datang dari manusia, melainkan dari Tuhan yang melihat setiap detail kerja keras kita.

Pesan yang sama juga berlaku bagi kita hari ini. Apapun yang kita kerjakan ingatlah bahwa: "Pekerjaan kita bukan sekadar tentang menyelesaikan tugas, tetapi tentang kepada siapa kita mempersembahkan hasil kerja itu." Jangan melihat besar kecilnya, tetapi kerjakanlah dengan sepenuh hati, seperti disampaikan dalam Pengkhotbah 9: 10, "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga..."

Mari menanam motivasi baru dalam diri kita bahwa Tuan yang kita layani adalah "Tuhan", dan kita patut mempersembahkan hasil tangan terbaik kita untuk kemuliaan-Nya.

 

Refleksi Pribadi:

1. Dalam pekerjaan atau tanggung jawab apa aku sering bekerja setengah hati karena merasa tidak diawasi?

2. Kalau aku menyadari bahwa Bapa di Surga adalah Tuan yang sesungguhnya saya layani, apa yang akan berubah dari caraku bekerja hari ini?

3. Maukah aku mempersembahkan setiap pekerjaan sekecil apapun itu sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan, bukan sekadar kewajiban kepada manusia?

Ronaldo Victor Anakotta
Ronaldo Victor Anakotta 11 August 2026 06:36

Blessed :)

Paskah Telaumbanua
Paskah Telaumbanua 11 August 2026 05:44

Blessed.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?