Jangan Alergi Pada Kesukaran dan Pencobaan dalam Hidup

Renungan Harian / 15 December 2022

Kalangan Sendiri
Jangan Alergi Pada Kesukaran dan Pencobaan dalam Hidup
Contasia Christie Official Writer
      4484

Yakobus 1:2

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.

Bacaan setahun : Mazmur 17; Ibrani 11; Ayub 11-12

Kata pencobaan dalam Alkitab memiliki berbagai arti. Ada cobaan bermakna  untuk menjatuhkan kita dan berasal dari si Iblis, seperti pencobaan di padang gurun yang Tuhan Yesus alami. Dan pencobaan dengan maksud untuk menyucikan, menguatkan, mengangkat kita, dimana asal pencobaannya dari Tuhan dan biasanya juga disebut ujian.

Ada juga pencobaan yang berasal dari iblis dan Tuhan mengizinkannya. Contoh kasusnya, Tuhan mengizinkan Ayub untuk menghadapi pencobaan atau ujian yang datang dalam kehidupannya. Iblis ingin sekali menjatuhkan Ayub. Namun disaat yang sama Tuhan menggunakan ujian itu untuk menguatkan Ayub.

Seseorang yang hidupnya Kudus dan sesuai dengan Firman Tuhan pasti akan sangat ‘menderita’ ketika melihat dunia berjalan dengan kesombongannya. Ingin rasanya ikut membalas saat melihat seseorang diperlakukan tidak adil. Namun kita harus menahan emosi, karena itu bisa saja kita salah jika bertindak tanpa ‘komando Tuhan’.  Sikap mana yang akan kita lakukan?  Ini adalah ujian atau pencobaan.

Pencobaan-pencobaan yang singgah dalam kehidupan ini akan menghasilkan ketekunan. Ketekunan memungkinkan kita bertahan hingga akhir. Kalau kita bisa bertahan secara pasif dalam menghadapi kesukaran itu tidak mengherankan. Akan tetapi saat dalam kesukaran dan penderitaan masih bisa bersyukur, bersukacita, bahkan tetap semangat melayani Tuhan adalah kesaksian yang baik untuk memperkenalkan sumber sukacita kita yaitu Yesus Kristus.

Ketekunan seperti ini tidak mungkin bisa didapatkan tanpa kesukaran atau pencobaan yang hadir. Jangan alergi dengan pencobaan karena itu akan memurnikan dan menguatkan iman kita. 

Penulis : Hermanto Nugroho

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?