Menunggu-nunggu Tuhan

Renungan Harian / 16 September 2013

Menunggu-nunggu Tuhan
Puji Astuti Official Writer
      9785
Show English Version

Mikha 7:7
Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]Mazmu78[/kitab] ; [kitab]Ibran12[/kitab] ; [kitab]Yerem5-6[/kitab]

Pernahkan Anda mendengar kisah dari buku "Expectation Corners" (Pojok Pengharapan)? Dikisahkan seorang raja membangun sebuah kota untuk rakyatnya yang miskin. Tidak jauh dari mereka dibangun juga sebuah gudang besar, dimana mereka bisa mendapatkan keperluan mereka cukup dengan mengajukan permintaan. Namun, ada satu syarat yang diberikan - mereka harus menunggu-nunggu jawabannya, jadi ketika utusan raja datang untuk mengantarkan jawaban atas petisi mereka, orang-orang itu didapati dalam keadaan siap dan menunggu.

Sedihnya, ada satu orang yang tidak pernah berharap mendapatkan apa yang ia minta, ia merasa tidak layak. Hingga suatu hari dia dibawa ke gudang milik raja itu, dan disana, dengan kekaguman dia melihat banyak barang yang dialamatkan kepadanya.Ada pakaian pujian, minyak sukacita dan banyak hal lainnya. Semua sudah dibungkus rapi dan sudah pernah dikirimkan, namun saat kurir raja tiba di rumahnya, pintunya tertutup karena ia tidak menunggu-nunggu. Sejak saat itu, ornag itu belajar tentang apa yang Mikha katakan, "Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!"

Menunggu jawaban doa, bukanlah keseluruhan bagian dari penantian, namun hanya satu bagian saja. Saat menunggu, kita harus terus waspada sehingga ketika jawaban doa itu tiba, kita siap. Seperti Mikha, kita harus menunggu-nunggu dan mengharapkan Allah, hal ini menunjukkan sebuah kerinduan dan juga iman. Iman itu ditunjukkan dengan jelas saat Mikha berkata : Allahku akan mendengarkan aku!.

Menunggu membutuhkan kesabaran, menunggu menguji ketekunan kita. Mari kita seperti Mikha, kita tunggu pribadi Tuhan, bukan kurir yang mengantarkan jawaban permohonan kita, tetapi mari nantikan pribadi Tuhan sendiri. Mari undang Raja segala raja itu, untuk hadir dalam kehidupan kita, berjalan dan bersekutu dengan kita. Dengan demikian kita bisa berkata dengan yakin, Allahku akan mendengarkan aku!

Apakah kita menunggu-nunggu Tuhan atau hanya menunggu-nunggu jawaban dari doa-doa kita saja?

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?