Mengapa Kasih Harus Tegas

Renungan Harian / 10 September 2013

Kalangan Sendiri
Mengapa Kasih Harus Tegas
Yenny Kartika Official Writer
      10270
Show English Version

Mazmur 32:9

Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang

 

Bacaan Alkitab Setahun [kitab]mazmu72[/kitab]; [kitab]ibran6[/kitab]; [kitab]zefan1-3[/kitab]

 

James McConkey adalah seorang pengajar Alkitab yang terkenal di awal abad 20. Pada saat bepergian menjelajah Eropa, bersama serombongan wisatawan ia mendaki pegunungan Alpen di Swiss yang membangkitkan rasa kagum.

Pemandu mereka yang berpengalaman memimpin dengan hati-hati melalui jurang yang curam dan padang es yang berbahaya. Pada suatu saat ia membimbing para pendaki melalui jalan memutar yang lebar demi keselamatan mereka. Namun, seorang turis yang sudah lelah memutuskan untuk mengambil jalan pintas. Ia meninggalkan jalan setapak dan berjalan menurut kehendaknya sendiri. Pemandu itu mengejar, menangkap, dan menyeretnya kembali ke jalan. Kemudian ia menerangkan bahwa lapisan salju yang ingin dilalui turis itu adalah kerak es tipis yang menutupi celah besar. Jalan pintas itu dapat menjadi suatu perjalanan panjang dan mematikan ke dalam sungai es.

Pemandu Agung kita, Yesus Kristus, tahu bahwa kita harus menghindari bahaya dalam perjalanan. Terkadang ia harus membimbing kita melalui jalan memutar yang sepertinya tak perlu. Jika kita memutuskan untuk meninggalkan jalan ketaatan, Dia mungkin terpaksa menggunakan cara yang menyakitkan untuk menarik kita kembali pada keadaan rohani yang aman ([kitab]ibran12:3-11[/kitab]). Namun akhirnya, kita akan mengerti bahwa kedisiplinan Pemandu Agung kita dimotivasi oleh kasih sayang-Nya yang selalu ingin memberi perlindungan. Betapa kita patut bersyukur atas kasih-Nya yang tegas!


KASIH ALLAH ACAPKALI HARUS TEGAS UNTUK MENJAGA KITA DARI KESULITAN

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?