Bereskan Segera

Renungan Harian / 13 January 2009

Bereskan Segera
Lestari99 Official Writer
      7977
Matius 5:24
Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 13; Matius 13; Kejadian 25-26

Seberapa jauh perjalanan yang harus Anda tempuh untuk menyelesaikan masalah dengan saudara atau teman yang tidak mau berbicara lagi dengan Anda selama 10 tahun terakhir ini? Bersediakah Anda menempuh perjalanan sejauh 480 kilometer, dari Jakarta sampai Solo, dengan mengendarai mesin pemotong rumput? Karena tidak bisa menyetir dan tidak suka naik bus, Alvin Straight benar-benar melakukan hal seperti itu. Ia melakukan perjalanan dengan menggunakan mesin pemotong rumput dari Iowa sampai ke Wisconsin, yang kira-kira berjarak sama dengan kedua kota yang saya sebut di atas. Kisah itu dipaparkan dalam sebuah film yang membangkitkan rasa ingin tahu, yaitu The Straight Story. Ini merupakan drama kehidupan kehidupan nyata tentang seorang seorang pria berusia 73 tahun yang memutuskan untuk mengakhiri kesunyian, menghentikan kebencian dan menghancurkan tembok kemarahan yang telah memisahkan ia dan saudaranya.

Saya menonton kisah tersebut di rumah beserta beberapa orang teman, dan semuanya termasuk saya tidak ada yang berbicara, semuanya terdiam dari awal sampai film berakhir. Saya merenungkan tentang setiap keretakan hubungan yang saat itu pasti muncul dalam pikiran orang-orang yang duduk dalam kegelapan tersebut. Saya juga merenungkan kata-kata Yesus yang meminta kita berdamai dengan orang-orang yang telah menjauhi kita. Ia berkata, "Jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu" (Matius 5:23-24).

Saat ini, adakah seorang kerabat, teman atau saudara di dalam Kristus yang perlu diajak berdamai oleh Anda? Jika demikian, mengapa Anda tidak segera menghampirinya?

Sakit hati terhadap sesama akan menghalangi hubungan Anda dengan Allah.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?