Jalan Terpanjang Adalah Jalan Pintas

Renungan Harian / 10 January 2009

Jalan Terpanjang Adalah Jalan Pintas
Lestari99 Official Writer
      6552
1 Samuel 13:8-11
Ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. Sebab itu Saul berkata: "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. Baru saja ia habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya. Tetapi kata Samuel: "Apa yang telah kauperbuat?" Jawab Saul: "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 10; Matius 10; Kejadian 19-20

Salah satu rintangan keberhasilan yang paling sering muncul adalah keinginan mencari jalan pintas. Tetapi jalan pintas tidak pernah menghasilkan apapun dalam jangka panjangnya.

Jika Anda menemukan bahwa Anda terus-menerus menyerah pada perasaan atau dorongan naluri, Anda perlu mengubah pendekatan dalam melakukan segala sesuatu. Mencari jalan pintas benar-benar merupakan suatu tanda ketidaksabaran dan disiplin pribadi yang buruk. Tetapi jika Anda mau mau melakukan tugas dengan baik, Anda dapat mencapai suatu terobosan.

Metode terbaik adalah dengan menetapkan standar-standar yang menuntut tanggung jawab bagi diri sendiri. Setiap kali Anda menderita suatu akibat karena tidak melakukan tugas dengan baik, Anda tertolong untuk tetap berjalan di jalur yang benar. Sekali Anda meletakkan standar-standar pada tempatnya, bekerjalah sesuai dengan standar-standar itu, bukan perasaan Anda. Itu akan membuat Anda berjalan ke arah yang benar. Disiplin pribadi adalah sebuah kualitas yang didapatkan melalui latihan.

Jalan pintas tidak akan menghasilkan apa-apa pada akhirnya. Proses yang menentukan kualitas Anda.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?