Tetap Menanam Meski Keadaan Sulit

Renungan Harian / 20 October 2026

Tetap Menanam Meski Keadaan Sulit
Lori Official Writer
      50

Yeremia 29:5-7

"Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

 

Kita bisa bilang kalau keadaan saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Chaos dimana-mana. Waktu buka sosial media, hampir setiap hari ada kabar yang membuat kita pesimis dengan keadaan. Bencana dimana-mana, harga kebutuhan yang naik signifikan dan lapangan kerja terasa makin sulit.

Situasi ini memunculkan rasa cenat cenut karena ketidakpastian. Kitapun diam-diam memilih untuk menahan langkah - rencana membuka usaha tiba-tiba batal, ajakan untuk membangun pelayanan baru tertunda. Bahkan kita diam-diam mengurungkan niat untuk memberi karena takut kekurangan akibat rupiah yang semakin melemah. Ya, rasa takut itu nyata dan sangat manusiawi. Tapi kita tanpa sadar memilih berhenti daripada terus maju. Alasannya sederhana, "Ya, nanti saja kalau keadaan sudah membaik."

Mari lihat situasi yang hampir sama seperti yang dialami bangsa Israel di Babel. Saat itu mereka berada di situasi yang sangat sulit. Mereka dibuang ke negeri asing, hidup serba tidak pasti, dan hanya ingin satu hal: pulang secepatnya. Nabi-nabi palsu menjanjikan masa sulit itu akan segera berakhir (Yeremia 28:1-4). Tetapi lewat surat Yeremia, Tuhan berkata sebaliknya.

"Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yeremia 29:5-7)

Perhatikan perintah-Nya. Bangun rumah, tanam kebun, bangun keluarga, dan usahakan kesejahteraan kota itu. Tuhan tidak menyuruh mereka menunggu situasi Babel membaik. Justru di negeri yang tidak aman dan tidak mereka pilih, Ia meminta mereka menanam dan menabur. Bahkan mereka diminta mendoakan kota yang menawan mereka, sebab kesejahteraan kota itu akan menjadi kesejahteraan mereka juga. Sekilas perintah ini terdengar tidak masuk akal. Tetapi Tuhan sedang mengajarkan bahwa masa sulit bukan jeda dari panggilan-Nya. Di sanalah panggilan itu dijalani.

Salomo pun menyampaikan pesan yang sama dalam Pengkhotbah 11: 4 , “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.” Artinya, kalau kita menunggu angin berhenti dan langit cerah sempurna, benih tidak akan pernah sampai ke tanah.

Ini bukan ajakan untuk nekat atau ceroboh. Bijak mengelola tetap perlu. Tetapi ada beda antara berhati-hati dan memilih tidak berbuat apa-apa. Mungkin hari ini Tuhan sudah menaruh sesuatu di hati Anda: membantu tetangga yang kesulitan, mendukung pelayanan, merintis langkah baru, atau berbagi sebagian dari yang Anda punya. Jangan memilih berdiam diri - menunggu rupiah menguat, situasi membaik atau semuanya tampak mendukung. Tapi tanamlah kebun Anda hari ini, sekecil apapun itu.

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Hal apa yang sebenarnya sudah Tuhan taruh di hati saya, tetapi masih saya tunda dengan alasan “situasinya belum aman”?

2. Siapa atau apa di lingkungan saya (kantor, tetangga, kota) yang bisa saya doakan dan berkati di minggu ini?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?