Melakukan Pekerjaan Baik
Kalangan Sendiri

Melakukan Pekerjaan Baik

Lori Official Writer
      738

Saudara yang terkasih dalam Kristus, sebagai orang-orang percaya kita bersyukur telah diberikan kehidupan yang baru di dalam Kristus. Dengan menyadari nilai ini, kita perlu mempertanggungjawabkan hidup kita sesuai dengan kehendak-Nya. Pagi ini, mari menggali lebih dalam tentang bagaimana sebagai orang percaya “melakukan pekerjaan baik”.

 

Ayat Renungan: Kolose 3: 23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

 

Pertanyaan: Dalam pekerjaan atau aktivitas sehari-hari, bagaimana Anda memastikan bahwa Anda melakukan semuanya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia?

Salah satu hal yang sangat penting untuk kita terus-menerus perbarui adalah dengan melakukan pekerjaan baik. Artinya, apapun yang ada di tangan kita saat ini, kerjakanlah itu sebaik-baiknya. Perbuatan baik adalah bagian dari iman yang aktif dan hidup. Bukti bahwa kita telah menjadi ciptaan baru adalah keinginan kita untuk melakukan apapun untuk Tuhan (Kolose 3:23). Karena kita melakukannya untuk Tuhan, kualitas kerja kita harus yang terbaik.

Jika bekerja sebagai pelayan di restoran, bekerja di pabrik, pemain musik di gereja, pemimpin pujian, atau berkhotbah, apapun yang kita kerjakan, kerjakan itu untuk Tuhan dengan sebaik-baiknya. Maka kebaikan itu akan memberikan upahnya (rewardnya) sebagaimana ditekankan dalam Kolose 3:24, “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”

Namun, perlu juga diingat bahwa perbuatan baik tidak pernah menjadi penyebab keselamatan, melainkan hanya buah dan buktinya! Ini adalah perbedaan penting yang perlu kita ingat sepanjang hidup kita, karena tanpa disadari kita cenderung berpikir bahwa perbuatan kita mendapat nilai di mata Tuhan. Sebaliknya, perbuatan baik kita lebih banyak bernilai bagi manusia yang merasakan dampak kehidupan kita yang telah diperbarui di dalam Kristus Yesus.

 

Hak cipta devotional Ps. Daniel Ong

Ikuti Kami