Betapa Pentingnya Didikan Orang Tua untuk Anak Cucu Kita
Kalangan Sendiri

Betapa Pentingnya Didikan Orang Tua untuk Anak Cucu Kita

Yenny Budhihartono Contributor
      604

Amsal 1:8

“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 21; Matius 21; Kejadian 41-42

Orang tua adalah perwakilan dari otoritas Tuhan yang diberikan kepada anak. Alkitab banyak mencatat tentang hal ini. Pendidikan pertama yang kita dapat di dalam hidup ini dimulai dari keluarga yang takut akan Tuhan. Kita tidak bisa memungkiri bahwa dari keluarga, kita bisa menemukan kasih yang murni.

Keluarga mewakili rancangan Tuhan di bumi. Mulai dari Adam dan hawa serta perintah untuk beranak cucu dan bertambah banyak (Kejadian 1:28). Dalam kitab Amsal, Salomo banyak menulis tentang keluarga, hikmat, dan kebijaksanaan dalam firman Tuhan.

Salomo menekankan bahwa didikan orang tua itu sangat penting, serta menjadi ajaran yang tidak dapat kita lupakan. Itu sebabnya, pada ayat berikutnya, Salomo menulis demikian, “Sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.” (Amsal 1:9)

Pada zaman dahulu, perhiasan dalam bentuk apapun adalah perhiasan yang terbilang mahal. Pada zaman itu juga, orang-orang muda Israel menginginkan sebuah perhiasan di leher yang terbuat dari emas atau bahan mulia lainnya.

Perhiasan dianggap dapat menaikkan derajat mereka di mata masyarakat, itu sebabnya Salomo membahas tentang pentingnya didikan orang tua agar dianggap serupa dengan karangan bunga di kepala dan kalung bagi leher.

Salomo membuat perumpamaan, sebagai suatu karangan bunga yang indah bagi kepala yang artinya suatu keindahan yang harus tertanam di kepala kita, dan perumpamaan yang kedua adalah perhiasan yang menggantung di leher adalah sesuai yang kita lakukan untuk hidup kita, dan kita tidak boleh melepaskannya.

Memiliki seorang ayah dan ibu, yang berpusat pada Kristus akan membawa anak-anak mereka semakin cinta pada Yesus dengan cara hidup yang disiplin. Ketika ayah dan ibu melakukan hal tersebut, ini menjadi kasih karunia besar sebelum anak anak bertumbuh dan menjadi orang tua.

Pondasi dari merenungkan saat teduh dari ini adalah, adalah takut akan Tuhan merupakan permulaan pengetahuan. Maka dari itu, rasa takut dan gentar terhadap Allah, merupakan kehidupan yang benar, kehidupan yang akan terus diperbaharui dan hidup bagi kemuliaan Allah saja.

Keluarga yang takut akan Tuhan dan melakukan apa yang firman Tuhan ajarkan akan membuat anak-anak serta keturunannya untuk mewarisi berkat yang diberikan Tuhan.

Alkitab banyak mencatat akan hal ini diantaranya yaitu:

Amsal 20:7, Orang benar yang bersih kelakuannya, berbahagialah keturunannya.

Amsal 23:24, Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.

Mazmur 112:1-3, Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.

Mazmur 127:3, Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Alkitab yang membahas tentang keluarga.

Mari sahabat sebagai orang tua, janganlah engkau lelah mendidik anak-anakmu untuk menjadi takut Tuhan supaya baik keadaannya di kemudian hari kelak dan bagi anak-anak janganlah engkau bosan mendengarkan ajaran dan didikan orang tuamu karena mereka adalah wakil Tuhan yang Tuhan berikan agar hidupmu kelak menjadi baik dan berbahagia.

Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami