Menjadi Keluarga Kristen yang Berbuah Lebat di Dalam Tuhan

Renungan Harian / 20 January 2023

Kalangan Sendiri
Menjadi Keluarga Kristen yang Berbuah Lebat di Dalam Tuhan
Naomi Irmadiana Contributor
      17054

1 Tawarikh 17:27

Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 20; Matius 20; Kejadian 39-40

Keluarga adalah lembaga dari sebuah masyarakat paling kecil, tetapi paling penting. Tuhan Yesus sendiri bertumbuh dari sebuah keluarga, dan Ia menjadi anak yang patuh kepada orang tua-Nya. Bahkan sebelum mati disalibkan, Yesus sempat menitipkan ibu-Nya kepada murid-Nya, Yohanes. (Yoh 19:25-27)

Sebagai keluarga, salah satu tugas kita adalah memberikan teladan untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik di dunia. Tentu saja, bukan untuk mendapat keselamatan semata, tetapi karena Tuhan terlebih dahulu sudah berbuat baik kepada kita. Salah satu contohnya adalah Tuhan menciptakan alam semesta untuk dikelola manusia, Tuhan menciptakan dan memberi kehidupan kepada kita, Tuhan sudah menebus kita dari dosa, Tuhan sudah menyediakan kehidupan kekal untuk kita. Tentu saja banyak kebaikan lainnya yang kita terima.

Sebagai ucapan syukur karena kita sudah merasakan kebaikan Tuhan yang terlalu banyak, kita juga mau membagikan perbuatan baik Tuhan melalui sikap kita. Disinilah peran keluarga harus sesuai dengan fungsinya.

Orangtua yang sudah merasakan kebaikan besar dari Tuhan, harusnya meneruskan kebaikan itu kepada anak-anaknya, sehingga keluarga ini mampu menebarkan kebaikan kepada semua orang yang ditemuinya.

Jadi perbuatan baik (agothos) dapat didefinisikan sebagai perbuatan-perbuatan yang dikategorikan sebagai pekerjaan iman. Seperti dalam Matius 7:17-18 yang berkata, “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik menghasilkan pohon yang baik.”

Ketika kita diselamatkan oleh Allah, Ia mengubah kita dari orang berdosa menjadi orang benar, dari orang jahat menjadi kudus, dari musuh Allah menjadi anak-anak Allah atau keluarga Allah.

Hidup baru dalam Kristus adalah akar dari perbuatan baik, dan perbuatan baik adalah buah-buahnya. Karena terang menurut rasul Paulus adalah: “Hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.”

Tuhan Yesus memberkati.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?