Kasih yang Lahir dari Hati
Kalangan Sendiri

Kasih yang Lahir dari Hati

Yenny Budhihartono Contributor
      929

Yohanes 13:34-35

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 10; Matius 10; Kejadian 19-20

Kasih adalah hal yang mudah dikatakan tetapi susah untuk dilakukan. Banyak dari kita bisa berkata tapi sudah untuk melakukannya. Inilah mengapa Tuhan Yesus mengajarkan kita perintah baru ketika bersama dengan murid muridnya, Yesus berkata: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi.”

Perihal saling mengasihi adalah bagian dari tradisi Yahudi dan dikenal juga di dunia Yunani-Romawi, dan dapat ditemukan dalam tradisi agama lain. Semua agama mengajarkan untuk saling mengasihi. Perintah untuk mengasihi juga ada di dalam kitab perjanjian lama, tetapi Tuhan Yesus mengajarkan perintah untuk saling mengasihi dengan menjelaskan, “Sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”

Tuhan Yesus menggunakan dirinya yang mengasihi para murid, dan para murid harus mengasihi sesamanya sebagai adalah teladan. Hal tersebut Ia lakukan untuk memberitahu tahu para murid, bahwa kasih Tuhan yang tidak bersyarat rela mati bagi kita dan menebus dosa kita. Itulah yang Tuhan Yesus ingin kita lakukan yaitu mengasihi dengan sungguh sungguh yang lahir dari hati.

Hukum Taurat mengajarkan kita untuk mengasihi dan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa mengasihi terlahir dari hati yang bersyukur karena Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita. Dalam kehidupan kita di dunia ini, kita akan bertemu dengan banyak orang yang pernah atau akan menyakiti kita. Selain itu, kita juga akan bertemu dengan orang orang yang membutuhkan kasih dari kita.

KASIH adalah perintah yang diberikan Tuhan Yesus untuk kita lakukan seumur hidup. Sebab, dengan saling mengasihi dunia akan mengenal identitas kita sebagai murid-murid Yesus, dan Allah dimuliakan melalui tindakan para murid yang saling mengasihi. Dengan mengasihi maka sekeliling kita dapat melihat bahwa kita adalah murid Kristus yang memancarkan kasih Kristus dalam hidup kita.

Ada perbedaan yang selalu bisa dilihat oleh orang lain ketika kita memiliki kasih dalam hidup kita. Mengasihi itu bukan slogan, melainkan tindakan nyata satu terhadap yang lain.

Mulailah belajar mengasihi, dari lingkungan sekitar keluarga kita, kemudian menuju ke lingkungan lebih besar. Belajarlah mengutamakan kasih ketika kamu ingin membenci. Belajarlah memperhatikan dan mengutamakan orang lain ketika sebenarnya kamu ingin diperhatikan. Belajar melihat orang lain dari apa yang terbaik daripada sibuk menghakimi hal buruk yang dimilikinya.

Belajarlah mengasihi tanpa syarat! Maka hidupmu akan menjadi berbeda, karena kamu melakukan perintah Tuhan dengan mengasihi sehingga orang lain dapat merasakannya.

Matius 5:45 (TB) “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”

Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami