Terowongan yang Sangat Panjang

Renungan Harian / 6 September 2016

Kalangan Sendiri
Terowongan yang Sangat Panjang
Budhi Marpaung Official Writer
      7714

Mazmur 18:29

Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]mazmu68[/kitab]; [kitab]ibran2[/kitab]; [kitab]mikha1-2[/kitab]

Pernah Anda memasuki sebuah terowongan yang begitu panjang dan sepertinya tidak ada ujungnya? Dee Aspin punya pengalaman tersebut. Ketika itu, ia sedang berlibur bersama dengan keluarganya  ke Glacier Point untuk melihat Half-Dome dan Yosemite Valley (Lembah Yosemite), Amerika Serikat.

Sesampainya disana, dalam perjalanan, mereka menjumpai sebuah terowongan yang Dee Aspin sendiri tidak pernah kenali sebelumnya. Oleh sang pemandu wisata, mereka diminta untuk duduk di tempat yang sudah disediakan. Kendaraan pun meluncur. Dengan kamera kecil yang sudah disiapkan, Dee merekam setiap jalan yang ia lalui. Dee bahkan sebenarnya sedang menunggu pintu keluar dari lorong yang begitu gelap tersebut. “Ini adalah terowongan terpanjang yang pernah saya masuki,” ungkap Dee.

Meskipun ada lampu kecil yang menyinari, tetapi gelapnya dinding membuat Dee merasa berada di tempat yang sama, tidak bergerak maju.

Demikian juga dalam kehidupan ini, terkadang kita menemui terowongan yang tidak terduga saat hendak melangkah ke tujuan. Tagihan selalu datang, sementara kondisi keuangan kita tetap sama. Lamaran pekerjaan sudah dikirim banyak, tetapi telepon maupun email dari perusahaan tidak ada satu pun yang masuk.

Lalu, bagaimana cara bisa melewati terowongan dalam hidup ini? Jagalah mata kita tetap mengarah pada cahaya. Andalkan Tuhan dan serahkan rencana dan waktu kita kepada-Nya.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” (Amsal 3:5-6)

Dalam penantian, Tuhan memberikan kepada kita kekuatan hari demi hari, jam demi jam, menit demi menit, dan bahkan detik demi detik. Bersama-Nya, kita selalu aman, jelas, dan hidup dalam kemaksimalan sepanjang apapun perjalanan di dalam terowongan. Percayalah, pintu keluar itu pasti terlihat.

Seperti yang diungkapkan oleh Dee Aspin, akhirnya mereka bisa melihat cahaya luar. Sesaat setelah mereka keluar dari terowongan, semua tiba-tiba berwarna-warni, begitu indah. Lalu dimanakah terowongan yang begitu panjang dan gelap tersebut? Itu sudah berada di belakang mereka – Dee Aspin

Di saat Anda tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi, Tuhan adalah Pribadi yang tepat untuk diandalkan.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?