Ketika Tidak Ada Lagi Harapan

Renungan Harian / 26 March 2016

Kalangan Sendiri
Ketika Tidak Ada Lagi Harapan
Mega Permata Official Writer
      6230

"Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus." Markus 15:43

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 86; Roma 14; Ulangan 19-20

[kitab]Mazmu86[/kitab]; [kitab]0roma14[/kitab]; [kitab]Ulang19-20[/kitab]

Yesus sudah mati dan itu mengejutkan Pilatus. Biasanya orang yang disalibkan tidak mati secepat itu. Tetapi yesus mati lebih cepat dari biasanya. KematianNya disaksikan oleh kepala pasukan. Semua itu ada dalam pengaturan Allah. Kepala pasukan menyaksikan bagaimana Yesus menghembuskan nafas terakhirNya.berdasarkan pengamatan ini, maka Pilatus bertanya kepadanya mengenai kematian Yesus dan ia dapat memberi jaminan bahwa benar Yesus sudah mati. Karena itu pula Pilatus berkenan memberikan jenazah Yesus kepada Yusuf dari Arimatea, yang meminta kepada Pilatus untuk menguburkan mayat Yesus.

Hal menarik adalah kenyataan bahwa Yusuf merupakan anggota Majelis Besar Sanhedrin Yahudi. Ia termasuk orang terkemuka di kalangan Yahudi. Namun ia tidak seperti para anggota Sanhedrin lainnya yang membenci Yesus. Yusuf adalah salah seorang yang menantikan kedatangan Mesias dan Kerajaan Allah. Entah apa yang membuat Yusuf memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Jika ia mempercayai Yesus adalah Mesias, bukankah dengan kematian Yesus berarti harapannya juga hilang?

Meski demikian, Yusuf tetap pada komitmennya. Setelah mendapat izin dari Pilatus, Yusuf mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik yang diperlukan untuk penguburan Yesus. Ia sendiri mengkafani dan membaringkan jenazah Yesus ke dalam kubur. Kematian Yesus tidak menghalangi Yusuf untuk melakukan yang terbaik bagiNya. Harapannya akan kedatangan Mesias dan Kerajaan Allah mungkin pupus dengan kematian Yesus, namun penghormatannya kepada Yesus tetap ia nyatakan.

Sebagai orang-orang yang mengalami kasih dan penebusan dari Yesus Kristus, adakah kita seperti Yusuf dari Arimatea? Ketika pengharapan tidak terwujud, masihkah kita setia kepada Kristus? Ketika hal yang diimpikan tidak terkabul, masih teguhkan komitmen dan penghormatan kita kepada Allah, Sang Maha Pengasih itu?

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?