Berbelaskasihan Melalui Perkataan dan Tindakan
Kalangan Sendiri

Berbelaskasihan Melalui Perkataan dan Tindakan

Lori Official Writer
      1883

Ayat Renungan: 

Kolose 4: 6, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."

1 Yohanes 3: 18, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”

 

Salah satu cara supaya kita bisa menjadi saksi bagi Kristus di tengah dunia yang rentan dengan penghakiman dan keegoisan ini adalah dengan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain.

Bentuk sederhana dari berbelas kasihan ini adalah dengan teladan perkataan dan tindakan kita kepada orang lain. Bagaimana melakukannya?

1. Pilih kata-kata yang membangun. Orang lain tidak mungkin bisa merasakan belas kasihan di dalam kita jika kata-kata yang kita gunakan kasar atau sarkastik.  Karena itu kita perlu menempatkan setiap perkataan yang baik dan mmebangun keluar dari mulut kita. 

Inilah yang diingatkan melalui firman hari ini: “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” (Kolose 4: 6)

Mungkin kita sudah terbiasa memakai kata-kata kasar setiap hari di rumah atau lingkungan kita. Sehingga hal itu menjadi bagian dari diri kita. Tapi firman Tuhan pagi ini mengingatkan kita supaya kita menjadi teladan dalam perkataan. Untuk memampukan kita melakukannya, kita membutuhkan hikmat dari Tuhan untuk memberi kita perkataan yang lemah lembut dan membangun orang lain.

 

2. Mengasihi orang lain melalui tindakan nyata. Banyak orang yang belum mengenal Tuhan takjub karena tindakan kasih dari orang percaya. Karena kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan tindakan kita. Inilah yang disampaikan dalam 1 Yohanes 3: 18, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”

Menjadi saksi Kristus tidaklah mudah, karena kita dituntut untuk mengikuti teladan yang sudah diberikan oleh Tuhan sendiri. Jadi berbelas kasihan adalah identitas kita dan kita tidak bisa menyembunyikan atau melakukannya dengan berpura-pura melainkan murni dari dalam hati kita.

 

Action: Dedikasikan minggu ini dengan mendorong dirimu melakukan tindakan belas kasihan kepada orang lain. Lakukan dengan tulus dan murni.

Ayat Hafalan:  Kolose 4: 6, “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."

Ikuti Kami