Mukjizat Masih Ada Saat Ini

Renungan Harian / 3 August 2026

Mukjizat Masih Ada Saat Ini
Lori Official Writer
      123

Yohanes 14:12

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu."

 

Di tahun 1981, Barbara Snyder didiagnosis menderita multiple sclerosis atau penyakit autoimun kronis stadium akhir yang parah. Ia sudah tidak bisa bernapas tanpa bantuan alat, tidak bisa melihat, dan sudah dirawat di rumah sakit selama bertahun-tahun. Pada tahun 1981, sekelompok orang berdoa untuknya. Tiba-tiba ia bangkit dari tempat tidurnya, melepas semua selang dan alat bantu pernapasannya, dan berjalan keluar dari rumah sakit dalam kondisi sembuh total. Kasusnya didokumentasikan secara medis oleh para dokter yang tidak bisa memberikan penjelasan ilmiah atas pemulihannya.

Kisah seperti ini sering kita dengar tetapi tidak betul-betul kita percayai. Kita merasa ragu dan mulai bertanya: "Apakah mukjizat seperti itu masih benar-benar terjadi di zaman ini?"

Jawabannya sudah ada sejak lama di dalam Alkitab. Selain mukjizat yang dilakukan Yesus, para rasul juga melakukan hal yang sama. Petrus menyembuhkan orang lumpuh hanya dengan sebuah perintah (Kisah Para Rasul 3:6). Paulus membangkitkan Eutikhus yang jatuh dari lantai tiga dan meninggal (Kisah Para Rasul 20:10). Bahkan bayangan Petrus saja sudah cukup untuk menyembuhkan orang sakit yang dibaringkan di jalan-jalan (Kisah Para Rasul 5:15).

Bagi mereka, mukjizat bukan peristiwa istimewa yang langka — itu adalah bagian normal dari kehidupan sehari-hari orang yang percaya kepada Yesus. Lalu bagaimana dengan di zaman ini? Setelah rasul-rasul siapa yang memiliki kemampuan yang sama untuk menyembuhkan? 

Inilah yang Yesus tegaskan di dalam Yohanes 14:12, "Orang yang mengikuti Aku dengan iman, yang percaya kepada-Ku, akan melakukan mukjizat-mukjizat dahsyat yang sama seperti yang Aku lakukan — bahkan mukjizat-mukjizat yang lebih besar daripada itu."

Melalui iman kepada Yesus, orang-orang yang mendoakan Barbara Snyder memiliki kuasa untuk mendatangkan mukjizat kesembuhan. Tentu saja kuasa itu tidak datang dari dalam diri kita yang mendoakan, tetapi kita mengundang surga untuk bertindak dengan iman yang sungguh. Seperti saat kita mendeklarasikan ayat Yesaya 53:5 dan 1 Petrus 2:24 dalam doa kita: "oleh bilur-bilur Yesus kita telah disembuhkan." Di sinilah letak kuasa Tuhan terjadi. Kita tidak berubah menjadi Tuhan yang punya kemampuan supranatural, tetapi kita bertindak untuk mengundang kuasa Tuhan bekerja atas hidup orang lain.

Seperti mukjizat kesembuhan yang dialami Barbara terjadi karena ada orang-orang yang berdoa dengan iman yang sungguh untuknya. Dan melalui doa-doa mereka, Tuhan yang sama yang melakukan mukjizat itu menyatakan kuasa-Nya. Jadi, mukjizat masih ada sampai saat ini dan benar-benar bisa kita alami secara pribadi jika kita sungguh menaruh iman di dalam Dia - sang penyembuh- kita. 

 

Refleksi Pribadi:

Apakah Anda masih percaya mukjizat masih ada saat ini?

Mari doakan kesembuhan yang selama ini terlalu mustahil untuk Anda alami dan percayakan kepada Tuhan yang empunya kuasa.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?