Kerukunan dan Kebersamaan Adalah Wujud Dari Kasih

Renungan Harian / 16 January 2023

Kerukunan dan Kebersamaan Adalah Wujud Dari Kasih
Yenny Budhihartono Contributor
      14613

Mazmur 133:1

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 16; Matius 16; Kejadian 31-32

Kitab Mazmur pasal 133 ditulis oleh Daud dengan perikop berjudul “Persaudaraan yang Rukun.” Pujian Mazmur itu kerap kali dinyanyikan oleh orang Israel ketika mendaki Bukit Sion untuk menyembah Allah.

Secara garis besar, Mazmur 133 menghadirkan gambaran yang indah dari umat Tuhan yaitu kebersamaan yang harus dijaga oleh bangsa Israel saat mereka datang menyembah Allah di bukit Sion. Tujuan mazmur ini adalah untuk mengingatkan umat Israel untuk hidup bersama dengan rukun.

Kebersamaan dan kerukunan adalah hal yang indah yang diajarkan oleh Alkitab dan semuanya itu didasarkan dengan KASIH. Orang yang memiliki kasih dalam hidupnya pasti akan mengasihi sesamanya terlebih lagi mengasihi Tuhan. Kasih lewat sesama itu tidak mendatangkan perpecahan, kebencian, dan pertengkaran. Namun, akan mendatangkan kebersamaan dan kerukunan.

Di dalam Kitab Efesus 2:19 dikatakan bahwa kita adalah keluarga Allah.

Efesus 2:19 berkata, “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.”

Kita adalah orang percaya, satu tubuh di dalam Kristus, dan Kristus sebagai kepala. Itu sebabnya penting bagi kita untuk bisa mengasihi sesama serta menjaga kebersamaan dan kerukunan.

Daud menulis dengan memakai dua kiasan dalam kitab Mazmur.

Mazmur 133:2-3a “Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”

Pertama, “bagaikan minyak yang di atas kepala Harun yang meleleh ke janggutnya.

Minyak dalam Perjanjian Lama sering digunakan sebagai pengurapan untuk orang yang dianggap memiliki dan akan mendapat jabatan istimewa, seperti Daud ketika akan menjadi Raja, atau Tuhan Yesus ketika seorang wanita memandikan Dia dengan minyak Narwastu yang mahal. Minyak juga di dipakai untuk menyembuhkan orang sakit dengan mengurapi orang tersebut.

Kedua, “….bagaikan embun gunung hermon”.

Embun Hermon menunjukkan sesuatu yang menyegarkan yang datang dan membasahi bukit Sion, yaitu sesuatu yang membawa berkat dan kesejukan di musim kemarau. Pada musim kemarau ladang dan pohon berbuah baik.

Jadi Alkitab menekankan bahwa kerukunan dan kebersamaan itu sangat penting karena ketika kita menjaga kerukunan dan kebersamaan, kita sedang melakukan perintah Tuhan yaitu “KASIH” dan orang yang melakukan perintah Tuhan, dia adalah orang yang dikasih Tuhan dan mendapatkan berkat yang mengalir di dalam hidupnya.

Mazmur 133:3b “Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”

Pada ayat ini, dikatakan bahwa; orang yang menjaga, memelihara kasih, dan melakukan kasih dengan mementingkan kebersamaan dan kerukunan, di sanalah berkat mengalir dari Tuhan kepada dia, dan untuk semua orang.

Tuhan Yesus memberkati.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?