Sudahkah Tuhan Jadi Pusat Kehidupanmu?
Kalangan Sendiri

Sudahkah Tuhan Jadi Pusat Kehidupanmu?

Lori Official Writer
      1769

Ayat Renungan:

Filipi 1: 21, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

 

Hari ini kita belajar sesuatu yang lebih dalam tentang makna melayani. Kitab Filipi 1: 21 berkata dengan sangat tegas, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Rasul Paulus membuat pernyataan ini karena seluruh hidupnya dia persembahkan kepada Tuhan. Baik melalui pergaulan, pekerjaan maupun pelayanannya Paulus kerjakan seluruhnya untuk Tuhan. 

Pernyataan Paulus merupakan ungkapan iman yang begitu mendalam. Dan ungkapan ini seharusnya bukan hanya untuk Paulus, tetapi juga untuk setiap orang percaya. Sebab Kristus sudah memberikan seluruhnya bagi kita karena itu apapun yang kita kerjakan sudah seharusnya kita kerjakan untuk Tuhan. 

Paulus mengajarkan kita untuk menaruh fokus hidup kita untuk Tuhan. Salah satunya mengerjakan misi yang Tuhan taruhkan atas kita masing-masing melalui pekerjaan atau profesi yang dipercayakan bagi kita. Entah itu menjadi seorang guru, seorang karyawan, pengusaha maupun pelayan Tuhan, kita dipanggil untuk melayani Tuhan dan mempersembahkannya untuk kemuliaan Tuhan.

Saat kita menempatkan Tuhan sebagai pusat dari hidup kita, akan mudah bagi kita untuk berkorban dan memberikan apapun yang berharga dari hidup kita untuk Tuhan. Bukan saja hanya waktu maupun tenaga, tetapi kita juga akan rela mengorbankan kesenangan kita demi memenuhi panggilan-Nya. 

Di dalam 2 Korintus 11: 23-29, Paulus menyampaikan setiap risiko yang ia sudah lewati selama melayani untuk Tuhan. Ada beberapa kali dia dilempari batu, disesah, dipenjara, tidak makan, telanjang dan bahkan karam kapal. Semua dia lewati demi menjalankan misi yang Tuhan percayakan kepada Paulus. Kita mungkin sudah berkorban untuk panggilan Tuhan, tetapi sama seperti Paulus, kita harus menerima perlakuan yang kasar karena disalah mengerti, atau tidak dihormati karena dianggap terlalu berintegritas, atau bisa juga kita sudah mengorbankan banyak waktu demi orang lain tapi usaha kita tetap tidak dihargai. Rasanya memang tidak enak, tapi percayalah pengorbanan kita sangat berarti bagi kerajaan Allah.

Sama seperti yang dialami Paulus, kita diajarkan bahwa mengerjakan misi Tuhan menuntut pengorbanan. Bayar harga adalah bukti bahwa kita serius dan benar-benar mau memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Ada istilah “No Cross No Glory!” Tanpa pengorbanan, kita tak akan mungkin memperoleh hasil yang terbaik. 

Apapun panggilan yang Tuhan taruhkan atas kita, mari siapkan diri kita untuk berkorban. Lakukan dengan segenap hati agar kasih Tuhan sampai kepada orang-orang di sekitar kita.

 

Action: Ambil waktu 5 menit dan jawab pertanyaan berikut: Seberapa penting Tuhan dalam hidupmu? Apa tindakan pengorbanan yang kamu lakukan sebagai bukti kamu mengasihi Dia? 

Ayat Hafalan: Markus 8:35, “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.”

 

Hak Cipta @Maria Kaesmetan

Ikuti Kami