Air Kehidupan yang Memerdekakan
Kalangan Sendiri

Air Kehidupan yang Memerdekakan

Samuel Agus Santoso Contributor
      1207

Yohanes 4: 13-14 

Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

 

Bacaan setahun : Mazmur 61; Markus 11; Hosea 1-3

Sahabat, jika saat ini Anda sedang putus asa atau patah semangat dalam pelayanan, maka kita perlu membaca kisah seorang utusan Injil di India, Sherwood Eddy. Saat memulai pelayanannya, Sherwood Eddy sangat bersemangat. Namun hanya dalam waktu satu tahun, dia sudah kehilangan gairah untuk melayani. Semakin dia ingin maju tetapi yang dia rasakan adalah kekeringan dan kejenuhan, seperti di dalam penjara. Bahkan dia ingin berhenti saja.

Ditengah keputusasaannya, Sherwood Edy memohon pertolongan kepada Tuhan. Dia sungguh-sungguh berdoa dan diingatkan Roh Kudus dari Yohanes 4:14 – “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Dari ayat ini Sherwood Edy bertobat untuk berhenti menimba dari sumurnya sendiri. Dia menyadari bahwa selama ini yang dia gunakan dalam pelayanan adalah sumur kepandaian, keahlian dan kekuatan dalam dirinya. Sehingga ketika berhadapan dengan persoalan, dia merasakan bahwa sumur hatinya mulai kering. Sejak saat itu, setiap pagi Sherwood Edy datang kembali kepada sumber mata air yang mengalirkan kehidupan kekal dan memerdekakan. Dia merasakan jamahan Roh Kudus yang mengalirkan kesegaran baru dalam hatinya, sehingga dia kembali bersemangat melayani Tuhan.

Sahabat, dalam menghadapi pekerjaan, keluarga atau pelayanan, sering kita akan menemui tantangan, hambatan atau penghalang. Jika kita merasa mampu mengatasinya dengan kekuatan kita, inilah yang disebut kesombongan rohani. Merasa bisa, mampu, kuat atau kaya, tetapi sebenarnya kita miskin dan telanjang seperti jemaat di Laodikia. Kondisinya tidak dingin atau panas, tapi suam. Seharusnya sebagai anak-anak Tuhan kita harus selalu bersemangat dalam melayani Tuhan seperti tertulis dalam Roma 12: 11 - Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Bagaimana caranya agar kita selalu bersemangat dalam melayani Tuhan? Pertama kita harus memiliki rasa haus. Yesus berkata "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! (Yohanes 7: 37) Kedua, kita harus meminta, Yesus berkata: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu (Lukas 11: 9-13)Ketiga, terima dengan Iman. Yesus berkata: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Markus 11:24).

 

Sahabat jika Anda sedang berada di sumur hati yang kering, milikilah jiwa yang haus akan Allah. Datanglah dan minumlahmaka Dia akan memberikan kesegaran dan memulihkan Anda. Amin.

 

Ikuti Kami