Satu Kematian untuk Menyelesaikan Segalanya

Renungan Harian / 18 April 2022

Kalangan Sendiri
Satu Kematian untuk Menyelesaikan Segalanya
Claudia Jessica Official Writer
      4743

Roma 6: 5

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 109; Lukas 21; Hakim-Hakim 5-6

Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan kita juga. Kematian Kristus di kayu salib adalah kematian kita juga. Anehnya, banyak orang tidak mengaitkan diri mereka dengan kisah Paskah. Tapi sesungguhnya hal itu harus kita lakukan “secara pengalaman” untuk mengetahui realitas kehidupan kebangkitan.

Kita semua telah dipersatukan dengan Dia dalam kematian maupun dalam kehidupan (Roma 6:5-7). Makna sesungguhnya dari Paskah sebenarnya adalah “kematian telah dikalahkan dan kehidupan telah dianugerahkan kepada semua orang percaya.”

Percaya terhadap apa? Percaya bahwa diri kita yang lama telah disalibkan bersama-sama dengan Dia sehingga tubuh dosa disingkirkan, dan kita tidak boleh lagi menjadi budak dosa karena kita telah dibebaskan dari dosa. Jika kita mati Bersama Kristus, kita percaya bahwa kita juga akan hidup dengan Dia (Roma 6:6-8). Itulah yang dimaksud dengan proses rekonsiliasi.

Kata rekonsiliasi artinya mengadakan penyesuaian. Ini adalah proses menyatukan dua hal berbeda sehingga mereka dapat setuju dan menjadi satu. Penebusan Kristus membawa arti yang sama.

Ibu saya adalah seorang pemegang buku yang sangat baik. Toko tempatnya bekerja selama bertahun-tahun diberkati dengan pekerjaannya. Melalui dia, saya belajar banyak tentang “dunia pembukuan.”

Saya belajar pentingnya bagaiman buku besar harus selaras dengan pendapatan total dan jumlah laba serta total pengeluaran. Jika kedua angka itu tidak seimbang, maka rekonsiliasi harus dilakukan dengan menambahkan angka dari buku satu ke buku lain untuk menghasilkan keselarasan.

Dengan cara yang sama, Tuhan “menyeimbangkan pembukuan” pada rekening kita karena kita telah menempatkan diri kita ke dalam hutang (dosa).

Paskah melambangkan penebusan yang indah, dan harga tinggi yang harus dibayar agar kita “hidup bagi Kristus.” Tetapi ada juga perhitungan harian yang harus dilakukan, seperti masuk ke dalam buku besar iman kita, kesepakatan bahwa Kristus telah “sekali untuk selamanya” membayar harga, dan nama kita tertulis di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba selamanya!

Roma 6:9-11 “Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”

Haleluya! Hutang (dosa) telah dibayar, sekali untuk selamanya!

 

Hak Cipta © Missey Butler, digunakan dengan izin.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?