Kebodohan yang Mengurangi Pengetahuan

Renungan Harian / 16 October 2016

Kalangan Sendiri
Kebodohan yang Mengurangi Pengetahuan
Lori Official Writer
      5695

1 Tesalonika 4: 14

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu108[/kitab]; [kitab]Yakob5[/kitab]; [kitab]Yehez21-22[/kitab]

Nenek saya meninggal dunia di usia 91 tahun. Saya merenungkan ayat di atas selama beberapa hari setelah kematiannya. Kata ‘meninggal’ yang disebutkan dalam ayat ini sebenarnya mengacu pada kondisi seseorang yang mati secara fisik. Sementara sebagian firman Tuhan yang memakai kata ‘mati atau kematian’ mengacu pada kematian rohani atau terpisah dari Allah. Dalam hal ini, seseorang bisa sehat secara fisik, tapi mati secara rohani.

Dalam suatu kesempatan Rasul Paulus pernah berkata bahwa ia tidak ingin kita menjadi bodoh. Ketidaktahuan hanya akan mengurangi pengetahuan. Karena ia tidak ingin kita kekurangan pengetahuan seperti orang-orang yang mati dan tidak memiliki harapan.

Sebagai orang-orang Kristen, kita memiliki harapan. Kehilangan seseorang yang kita cintai memang menimbulkan rasa sakit. Tetapi jauh lebih sakit jika kita tidak hidup oleh Roh Tuhan. Karena itu, Paulus mengingatkan kita agar tidak perlu berduka atas orang-orang yang tidak memiliki pengharapan.

Inilah sebabnya Tuhan berfirman, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11: 1). Kita dihibur dengan janji Allah bahwa orang-orang yang sudah meninggal dan yang percaya kepada Yesus telah bersama-sama dengan Dia. Dan kelak, kita juga akan bersama mereka jika kita tetap setia mengikut Tuhan (baca 1 Tesalonika 5: 10).

Kita harus mengetahui bahwa gambaran kehidupan kekal tidak akan berubah bahkan dalam sedetik, semenit atau sejam saja. Bahkan jika saya hidup 100 tahun, Yesus akan tetap datang menjemput dan saya akan bertemu nenek saya yang begitu beriman di sana!

Jika Anda tidak ingin menangisi orang-orang terkasih Anda meninggal tanpa harapan, saatnya membagikan harapan di dalam Yesus kepada mereka. Saat mereka percaya Yesus, percayalah kalian akan hidup dalam keabadian bersama Tuhan kelak. Siapkah Anda membagikan harapan tersebut hari ini? – Daphne Delay

 

Adalah suatu kebodohan untuk tidak mempercayai kebenaran firman Tuhan

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?