Pasir Dalam Sepatu

Renungan Harian / 8 August 2015

Kalangan Sendiri
Pasir Dalam Sepatu
Theresia Karo Karo Official Writer
      9510

Amsal 4:14,15
Janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya.

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]mazmu39[/kitab]; [kitab]itimo3[/kitab]; [kitab]yesay31-32[/kitab]


Apakah kita pernah membayangkan rintangan-rintangan yang harus diatasi saat seseorang berjalan kaki dari New York ke San Fransisco? Saat seorang pemecah rekor berhasil melakukannya, dia kemudian ditanya mengenai rintangan terbesar yang dihadapinya dalam perjalanan.

Namun jawabannya di luar dugaan. Bukan perjalanan mendaki gunung atau menyeberangi hamparan gurun pasir yang panas, kering, dan tandus yang menjadi tantangan terberatnya. “Yang hampir-hampir membuat saya menyerah dalam perjalanan ini adalah pasir dalam sepatu saya.”

Kisah ini sekaligus mengingatkan kita, bahwa kita juga dapat dikalahkan secara rohani, yang berawal dari hal kecil yang mengganggu. Kita membiarkan kata-kata yang kasar dan merendahkan, atau kesalahpahaman, mengecewakan kita. Atau dengan membiarkan orang-orang di sekitar kita memberikan pengaruhnya yang meskipun kecil, tapi tidak benar.

Bukannya berkomitmen untuk menghindari yang jahat, baik itu kecil ataupun besar ([kitab]amsal4:14-27[/kitab]), kita malah berkompromi dengan hal-hal itu. Kita lupa untuk datang kepada Tuhan, memohon pengampunan, dan pertolongan dari Nya.

Pada abad ke-16, Sir Francis Drake, penjelajah asal Inggris, telah berlayar keliling dunia. Namun, saat menyeberangi Sungai Thames, badai besar mengancam akan membalikkan kapalnya. Lalu ia berseru, “Akankah saya yang telah berhasil menghadapi badai di lautan akan tenggelam di sebuah selokan?”
 
Alangkah bijaksana jika kita bertanya pada diri sendiri, “Akankah saya, yang telah sampai sejauh ini menjalani hidup dengan iman, akan dikalahkan oleh ‘pasir dalam sepatu saya’?” Tentu kita harus menjawab dengan pasti, “Tidak!” (Sabda.org)

Yang membuat kita tersandung adalah kerikil, bukan gunung.


Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?