Yosia Raja Belia

Renungan Harian / 9 October 2014

Kalangan Sendiri
Yosia Raja Belia
Lori Official Writer
      10309
Show English Version
2 Tawarikh 34: 2

Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu101[/kitab]; [kitab]Lukas22[/kitab]; [kitab]Yehez7-8[/kitab]

Adakah batasan hidup kita memulai hidup benar? Banyak orang yang berpikir bahwa usia belia adalah waktu dimana kita bisa sepuasnya bersenang-senang. Dan saat beranjak dewasa dan tua, kita baru akan berpikir untuk hidup benar.

Namun tidak dengan seorang anak bernama Yosia yang  disebut dalam kitab 2 Tawarikh. Yosia dinobatkan menjadi raja di Yerusalem pada usianya yang masih beranjak 8 tahun, dan pemerintahannya tercatat 31 tahun lamanya. Hebatnya, Yosia dicatat memiliki gaya hidup lurus semenjak di usia mudanya. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan hidup seperti Daud (2 Tawarikh 34: 2).

Di usianya yang ke-16, Yosia memutuskan mencari Tuhan. Ia pun tercatat sebagai raja yang memiliki gaya hidup yang berbeda dari raja lainnya. Di masanya itu, ia berhasil mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari berbagai bentuk penyembahan berhala. Ia menjadi pelopor dalam pergerakan reformasi rohani di wilayah pemerintahannya.

Bila Tuhan mau memakai Yosia menjadi figur pemimpin sejak masa mudanya, maka Ia juga mau memakai Anda. Jika Anda ingin mendapat penghormatan itu, maka bersiaplah sejak sekarang. Jangan sampai hal besar yang Tuhan harapkan Anda kerjakan di masa muda terbuang sia-sia. Seperti Yosia, jadilah teladan sejak muda. Sebagai orang tua, persiapkanlah anak-anak yang sudah dipercayakan Tuhan kepada Anda dengan membimbing mereka menurut jalan-Nya (Amsal 6). Mari jangan sia-siakan waktu-waktu ini untuk sesuatu yang sia-sia.

Tuhan memilih setiap orang yang mau dibentuk menjadi sesuatu yang besar diantara banyak orang.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?