Lupa Kasih Semula

Renungan Harian / 16 October 2014

Kalangan Sendiri
Lupa Kasih Semula
Lori Official Writer
      6471
Show English Version
Wahyu 2: 4

Meskipun demikian, Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.


Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu108[/kitab]; [kitab]Yakob5[/kitab]; [kitab]Yehez21-22[/kitab]

Soren Kierkegaard, seorang filsuf dan teolog abad ke-19 pernah menulis sebuah cerita cinta antara seorang pria dari negeri Barat yang datang ke Tiongkok dan menjalin cinta dengan seorang wanita di sana. Tiba saatnya ia harus pulang ke negeri asalnya dan menjalin hubungan jarak jauh. Namun ia berjanji kepada sang kekasih untuk belajar bahasa Mandarin supaya dapat saling bertulis surat cinta.

Ia memenuhi janjinya dengan belajar bahasa Mandarin hingga ke perguruan tinggi. Ia bahkan sukses menjadi guru besar bahasa Mandarin di universitas. Seiring berjalannya waktu, ia semakin sibuk dan lebih mencintai profesinya. Ia bahkan lupa dengan janji untuk mengirimi surat kepada sang kekasih, apalagi kembali ke Tiongkok. Ia sudah lupa dengan kasih semula kepada wanita itu.

Persoalan itu juga pernah dialami oleh jemaat di Efesus. Di satu sisi, mereka memiliki aneka prestasi yang mengagumkan; bekerja dengan jerih lelah, tekun melayani, rajin menguji ajaran palsu, dan sabar menderita untuk Tuhan ([kitab]Wahyu2:2-3[/kitab]).

Akan tetapi, Tuhan mencela dan menegur mereka karena telah meninggalkan kasih mula-mulanya kepada Tuhan ([kitab]Wahyu2:4[/kitab]). Aktivitas mereka yang sangat padat dan sibuk, membuat mereka kehilangan waktu untuk memelihara kasih dan hubungan intim dengan Tuhan.

Terkadang kita diperhadapkan dengan situasi itu bukan? Kita menjalani segala aktivitas setiap hari, atau bahkan bekerja di tengah pelayanan. Akan tetapi, kita lupa dengan kasih semula kepada Tuhan. Sehingga sebanyak apapun yang kita kerjakan, tetap saja menjadi hal yang tak berkenan kepada-Nya.

 

Kehilangan kasih semula menyebabkan hati kita dingin terhadap Tuhan, ketika kita kurang iman dan tidak berbuah saat itu kita telah kehilangan kasih semula.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?