Belum Terlambat

Renungan Harian / 20 November 2009

Belum Terlambat
Budhi Marpaung Official Writer
      8018
Galatia 6:10a
"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang,"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 142; Yohanes 19; Zakharia 4-6

Dalam kehidupan ini, hampir setiap manusia pasti pernah menyesal dan keadaan itu tidaklah menyenangkan. Bagi seorang suami yang meninggalkan anak istrinya berpuluh-puluh tahun, ketika dia sadar bahwa perbuatannya salah maka rasa penyesalan timbul dan akan terus menghantui dirinya. Begitu pun dengan seorang dokter yang terlambat datang ke rumah pasiennya yang menyebabkan si pasien meninggal sebelum dia diperiksa olehnya. Hati dokter itu pasti tidak akan tenang dan akan terus teringat dengan peristiwa sedih tersebut.

Kesalahan di masa lalu seringkali terbawa hingga kepada kehidupan di masa kini. Rasa penyesalan yang dalam karena tidak dapat berbuat hal baik membuat seseorang lupa dengan keadaanya saat ini. Ia tidak ingat bahwa saat satu orang pasien meninggal, masih ada pasien-pasien lain yang membutuhkan bantuannya dan menunggu untuk disembuhkan. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa sesal, lebih baik kita melakukan apa yang dapat kita lakukan.

Rasul Paulus menulis surat kepada Jemaat Galatia yang berisi nasihat agar mereka berbuat baik kepada semua orang selagi waktu masih ada. Ia mengingatkan orang-orang percaya di sana jangan menunggu waktu bila ingin membantu mereka yang dalam kesusahan. Dan perkataan itu masih berlaku sampai hari ini.

Tentu Anda mempunyai teman-teman dekat yang belum mengenal Tuhan, saksikan iman Anda sebelum terlambat. Tentu ada orang-orang menderita yang membutuhkan perhatian, ulurkan kasih dan perhatian Anda sebelum terlambat. Marilah kita gunakan kesempatan yang masih ada untuk melakukan kebaikan, agar kita tidak menyesal setelah kesempatan itu hilang. Maukah Anda berbuat baik selama belum terlambat?

Tak ada kata telat bagi mereka yang ingin berubah menjadi baik dan memberkati orang lain.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?