Kisah Dua Biji Gandum

Renungan Harian / 16 June 2014

Kalangan Sendiri
Kisah Dua Biji Gandum
Puji Astuti Official Writer
      11797
Show English Version

Lukas 8:15

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Bacaan Alkitab Setahun Amsal 17; Galatia 6; 2 Tawarikh 6-7

Pada suatu hari ada dua biji gandum tergeletak di lantai lumbung yang hangat dan nyaman. Tetapi kemudian, petani datang dan berkata kepada mereka, “Aku akan membawa kalian keluar dari lumbung yang nyaman ini dan menanam kalian di tanah. Aku akan menaruh kalian di tanah yang dingin dan menutupi kalian dengan tanah. Semuanya akan menjadi gelap dan kalian akan mati. Tetapi Aku berjanji kalian akan tumbuh subur dan berlipatganda. “

Biji gandum pertama langsung menolak ide petani itu. “Tidak mau!” jawabnya. “Aku tidak mau. Aku suka kenyamananku, dan aku tidak mau mati.” Tetapi biji gandum kedua memikirkan baik-baik tawaran petani itu, ia akhirnya memutuskan bahwa rasa sakit dan rasa tidak nyaman menjalani kematian sebanding dengan janji akan adanya panen berlimpah. Jadi petani itu mengambil biji gandum kedua dan  menanamnya di tanah, sedangkan biji gandum pertama dibiarkannya tetap di dalam lumbung.

Beberapa minggu kemudian, tunas hijau kecil muncul di permukaan tanah di atas benih biji gandum kedua ditanam. Tunas itu kemudian bertumbuh menjadi sebatang tanaman gandum yang subur dan menghasilkan seratus bulir gandum. Kemudian lebih dari 40 tahun kemudian, petani itu menanam semua benih di ladangnya berasal dari benih gandum kedua tadi yang menghasilkan panen berlipat kali ganda tahun demi tahunnya. Namun, benih gandum pertama yang menolak untuk di tanam masih tetap berada di lumbung sendirian, tidak pernah berlipatganda-tetapi dia merasa sangat nyaman.

Benih gandum jenis apakah kita? Benih gandum pertama yang mempertahankan kenyamanannya dan tidak pernah berlipat ganda atau benih gandum kedua yang memberikan dirinya untuk mati dan menghasilkan buah bagi Tuhan. Semua itu pilihan kita.

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?