Hari 3: Menemukan Damai dalam Hidup yang Berpusat pada Tujuan
Kalangan Sendiri

Hari 3: Menemukan Damai dalam Hidup yang Berpusat pada Tujuan

Lori Official Writer
      1034

Selamat pagi, saudara-saudari yang dikasihi. Di pagi yang penuh berkat ini, marilah kita bersama-sama merenungkan tentang makna hidup yang sesungguhnya, yang tercermin dalam renungan hari ketiga kita: Hidup dengan Tujuan Adalah Jalan Menuju Perdamaian. 

Ayat Renungan: Yesaya 26:3 (TB) - "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." 

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang benar-benar menjadi kekuatan pendorong dalam hidup kita? Apakah kita hidup dengan mengikuti arus atau kita memiliki tujuan yang jelas dan teguh yang memberi arah bagi setiap langkah kita? 

Renungan kita pagi ini menantang kita untuk merenungkan tentang kekuatan pendorong tersebut. Pernyataan orang lain tentang kita seringkali menjadi cermin yang menunjukkan apakah kita benar-benar hidup sesuai dengan tujuan yang Tuhan tetapkan. Mendengar bahwa kita telah menjalankan semua tanggung jawab dengan baik dan bahwa kehidupan kita menjadi bukti nyata dari kepercayaan kita pada Yesus Kristus adalah pengakuan yang sangat berharga. 

 

Pertanyaan Renungan: Apakah perkataan keluarga dan teman-teman tentang saya  adalah kekuatan pendorong hidup saya? Apa yang saya inginkan?

Di dalam hati terdalam kita, keinginan untuk diakui bukan hanya sebagai orang yang sukses dalam pengertian dunia, tapi sebagai orang yang hidupnya adalah cerminan dari kepercayaan dan ketakutan kepada Tuhan, adalah harapan yang mulia. Kita ingin hidup kita menjadi saksi tentang bagaimana berjalan bersama Tuhan membawa sukacita dan damai sejahtera yang tak terbandingkan, baik di dalam keluarga maupun di tempat kerja.

Untuk mencapai hal ini, kita perlu secara aktif mengejar tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh Allah. Ini berarti membangun kehidupan kita bukan hanya atas dasar pencapaian pribadi, tapi juga pada prinsip-prinsip kerajaan-Nya—hidup dalam kasih, pelayanan, dan ketaatan kepada firman-Nya. 

Mari kita gunakan hari ini untuk mempertanyakan dan merefleksikan kembali tujuan hidup kita. Apakah kita benar-benar hidup dalam tujuan yang Allah rencanakan? Apakah kehidupan kita membawa damai sejahtera yang dijanjikan-Nya kepada mereka yang percaya dan berhati teguh kepada-Nya?

Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita berusaha menjadi terang dan garam di dunia ini, memancarkan cahaya Kristus melalui kehidupan kita yang berpusat pada tujuan Ilahi. Semoga kehidupan kita menjadi saksi kuat tentang betapa indahnya hidup yang dipenuhi dengan damai sejahtera Allah, yang melampaui segala pengertian.

Selamat menjalani hari dengan semangat yang baru, berfokus pada tujuan hidup yang telah Allah rencanakan bagi kita. Tuhan memberkati. 

 

@ Nely Hergendi, diinspirasi dari The Purpose of Driven Life

Ikuti Kami