Hari 4: Hidup  dengan Perspektif Kekekalan
Kalangan Sendiri

Hari 4: Hidup dengan Perspektif Kekekalan

Lori Official Writer
      734

Selamat pagi, saudara-saudari yang dikasihi. Hari ini, pada renungan kita yang keempat, kita diajak untuk merenungkan sebuah prinsip yang mendalam dan mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan: Ada lebih banyak hal dalam hidup daripada hanya di sini dan saat ini. 

 

Ayat Renungan: 1 Yohanes 2:17 (TB) - "Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya." 

Renungan ini mengingatkan kita bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara. Keberadaan kita tidak terbatas pada apa yang dapat kita lihat dan rasakan sekarang, melainkan kita diciptakan untuk kekekalan. Ini membawa kita pada pertanyaan penting tentang bagaimana kita seharusnya hidup hari ini, dengan mempertimbangkan tujuan yang lebih besar dan abadi. 

 

Pertanyaan Renungan: Karena saya diciptakan untuk kekekalan, satu hal apa yang harus saya berhenti lakukan dan satu hal yang seharusnya saya mulai kerjakan hari ini? 

Dalam kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, mudah bagi kita untuk terjebak dalam rutinitas yang hanya berfokus pada hal-hal duniawi—bekerja keras untuk sukses, meningkatkan status dalam pelayanan, atau mengejar kepentingan organisasi. Namun, saat kita merenungkan tentang kekekalan, kita disadarkan bahwa ada hal yang lebih penting daripada itu semua: hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. 

Saya mengajak kita hari ini untuk berhenti melakukan hal-hal yang tidak penting yang mungkin telah mengalihkan fokus kita dari apa yang benar-benar berharga. Ini bisa berarti mengubah prioritas kita, dari lebih mementingkan pekerjaan dan pelayanan daripada orang-orangnya, atau kepentingan organisasi daripada kepentingan manusia di dalamnya. 

Sebaliknya, yang harus kita mulai kerjakan hari ini adalah memperkuat hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Ini berarti konsisten dalam doa pagi dan persekutuan dengan Tuhan. Juga, memperdalam pemahaman kita tentang hati Tuhan melalui pembacaan Alkitab secara teratur. Melalui praktik-praktik rohani ini, kita akan mulai memahami dan melakukan kehendak Allah, yang pada akhirnya adalah satu-satunya hal yang akan bertahan selama-lamanya. 

Saudara-saudari terkasih, mari kita ambil waktu hari ini untuk merefleksikan dan mengalihkan fokus kita kepada apa yang benar-benar penting—menghidupi kehidupan yang berorientasi pada kekekalan. Semoga kita dapat membuat perubahan yang diperlukan, memulai dengan langkah-langkah kecil setiap hari, untuk menjalani hidup yang benar-benar mencerminkan tujuan kita yang abadi di dalam Kristus. 

Semoga renungan ini menginspirasi kita semua untuk hidup lebih bermakna, lebih berfokus pada kekekalan, dan selalu melakukan kehendak Allah dalam segala aspek kehidupan kita. Tuhan memberkati hari Anda. 

 

@ Nely Hergendi, diinspirasi dari The Purpose of Driven Life

Ikuti Kami