Kasih adalah Kunci Kebahagiaan Sejati
Kalangan Sendiri

Kasih adalah Kunci Kebahagiaan Sejati

Hilda Tri Lestari Contributor
      523

Kisah Para Rasul 20:35

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

 

Bacaan setahun : Mazmur 80; Lukas 1; Yeremia 26

Rasul Paulus menyampaikan nasihat ini kepada jemaat di Efesus. Paulus menasihatkan jemaat di Efesus bahwa mereka harus membantu orang-orang yang lemah. Tuhan Yesus mengatakan lebih berbahagia memberi daripada menerima. Mengapa? Bukannya menurut kedagingan kita jauh lebih berbahagia jika kita menerima sesuatu dan sebaliknya kita akan merasa berat jika harus memberi?

Tuhan Yesus mau mengajarkan kita kunci kebahagiaan yang sejati, yaitu KASIH! Kasih itu memberi bukan menerima.

Mungkin dahulu kita adalah orang-orang yang cenderung menjadi penerima. Kita menerima bantuan, doa, nasihat, perhatian bahkan uang dari orang lain. Itu tidak salah dan bukan dosa, tetapi Tuhan mau kita naik level dan paham betul apa itu kasih.

Ia ingin kita menjadi orang yang tidak selalu bergantung kepada orang lain dan mengubah posisi kita dari penerima menjadi pemberi. Kasih akan membuat kita peka pada kesulitan orang lain sehingga kita mau memberikan mereka bantuan. Kasih itu membuat kita mau berdoa bagi orang lain pada saat apapun keadaan kita. Kasih memampukan kita untuk memberi!

Lukas 14: 14 berkata Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.

Jangan mengharapkan apa-apa ketika kita memberi, karena kasih itu tidak menuntut balasan. Ketika kita lakukan itu, Firman-Nya berkata bahwa kita akan berbahagia!

 

Sahabat, mari kita bersama berlomba-lomba dalam memberi. Kita bekerja sedemikian rupa supaya bisa menjadi berkat dan bukan menjadi beban bagi orang lain. Paulus memberikan contoh bahwa ia pun bekerja ketika menginjil untuk memenuhi keperluannya dan kawan-kawan seperjalannya. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami