Kuasa yang Tak Terbatas

Kuasa yang Tak Terbatas

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      719

Ayat Alkitab : Kisah Para Rasul 2:1-4

 

Kisah Para Rasul 1:8

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

 

Bacaan Setahun : Amsal 5; Yohanes 15; 1 Tawarikh 23-24

Seringkali tanpa sadar kita membatasi pekerjaan Allah dalam hidup kita. Kegagalan dimasa lalu membuat kita ragu melangkah. Amarah, dendam, dan sakit hati membuat kita selalu berpikir buruk tentang masa depan kita sendiri. Hal itu seringkali membuat kita menjadi orang yang selalu berpikir negatif, tidak hanya pada diri sendiri tetapi juga berprasangka buruk terhadap orang lain.

Ketika hal-hal tersebut kita biarkan merusak hidup kita, maka tak akan pernah ada keberhasilan dalam hidup. Kita sering lupa bahwa Allah tak akan pernah meninggalkan kita. Ada hal supranatural yang Dia kerjakan lebih dari yang kita pikirkan. Allah mampu menembus batasan apapun dalam hidup kita, dan Ia mau semua anak-Nya berhasil dan beroleh kemenangan. Tidak hanya tentang ekonomi tapi juga kemampuan melepaskan pengampunan secara total.

Peristiwa Pentakosta dimana lidah-lidah api turun atas para murid menunjukkan adanya hal diluar kemampuan dan akal manusia. Saat itu secara total Roh Allah bekerja atas para murid. Sekalipun kita ketahui bersama bahwa para murid tidak semuanya orang terpelajar, namun karya Allah dinyatakan melalui orang-orang pilihan-Nya (Kisah Para Rasul 1:8).

Jika hari ini kita masih meragukan kasih dan karya-Nya dalam hidup kita. Mari ubah semua itu, Biarkan Roh Kudus memimpin hidupmu. Dan Roh yang sama yang akan memberikan kekuatan bahkan kemenangan untuk kita bisa menghadapi tantangan dalam hidup, sebab Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26)

 

Renungan ini dibuat oleh Riris Neil Yulinar Pakpahan.

Ikuti Kami