Doa yang Mengubah Arah Hidup

Renungan Harian / 9 October 2026

Doa yang Mengubah Arah Hidup
Lori Official Writer
      91

1 Tawarikh 4: 9-10

"Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan." Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu."

 

Latar belakang darimana kita berasal atau bahkan perkataan orang lain atas kita seringkali membuat kita percaya bahwa hidup kita berhenti di sana. Kita memilih terpuruk dan minder.

Tetapi sosok Yabes membuktikan bagaimana seorang anak yang dicap sebagai pembawa sial - sesuatu yang dianggap seperti kutuk - justru menjadi pribadi yang dipandang terhormat oleh Tuhan.   

Nama Yabes berarti "kesakitan". Ibunya memberi nama itu karena melahirkannya dengan penderitaan. Dalam budaya Ibrani, nama adalah gambaran nasib, sehingga Yabes tumbuh dengan stigma pembawa sial atau kesusahan. Tetapi lewat stigma buruk ini, Alkitab mencatat bahwa derajatnya diangkat Tuhan. Semua berawal dari doanya. Ia menolak mempercayai julukan yang melekat atasnya selama ini dan meminta agar Tuhan membalikkan jalan hidupnya. 

Doa Yabes begitu sederhana dan tulus. Ia berseru, "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" (1 Tawarikh 4: 10)

Ada 4 esensi dari doa Yabes diantaranya:

Pertama, ia berseru agar Tuhan memberkatinya berlimpah. Yabes sadar berkat datang dari Tuhan, bukan dari nasib.

Kedua, ia meminta supaya Tuhan "memperluas daerah"-nya. Ia mematahkan kutuk kesusahan dan kemiskinan yang menggambarkan makna dari namanya dan mendeklarasikan terobosan atas kelimpahan. 

Ketiga, ia menunjukkan sikap penyerahan penuh kepada Tuhan dengan berkata "tangan-Mu menyertai aku". Dengan rendah hati Yabes mengakui kedaulatan Tuhan dan keterbatasannya. 

Keempat, doa Yabes mengandung sebuah permohonan yang diucapkan dengan penuh kesadaran.  Ia meminta perlindungan dari segala "malapetaka" - seperti rasa sakit dan kesusahan yang melekat dalam namanya. Di sini ia percaya bahwa Tuhan sudah membentuknya sebagai pribadi yang penuh dengan kemenangan dan itulah janji yang ingin ia alami. 

Dan Tuhan pun mengabulkan doanya! Yabes mengalami janji Tuhan, seperti disebutkan dalam Yeremia 29:11, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Saudara, Yabes sedang mendobrak mindset kita tentang siapa kita dihadapan Tuhan. Dia mau kita juga mengalami seperti apa yang dia alami. Tetapi hal pertama yang perlu kita lakukan adalah lebih dulu percaya siapa kita, baru kemudian kita bisa dengan percaya diri berdoa sama seperti Yabes berdoa. 

Hari ini, mari jangan biarkan julukan, cap atau stigma negatif apapun yang menahan Anda untuk berdoa dengan penuh percaya diri. Jangan percaya suara dalam pikiran Anda yang berkata "Yasudahlah, hidupmu hanya akan seperti-seperti ini saja." Sebaliknya, berdirilah dan serukan doamu kepada Tuhan dengan mendeklarasikan setiap janji-Nya terjadi dalam hidupmu - entah itu terobosan kehidupan, perlindungan, perluasan wilayah, serta kemenangan atas sesuatu yang sedang Anda perjuangkan saat ini. Sampaikan dengan jujur dan tulus dihadapan Tuhan dan akui bahwa Ialah Tuhan yang sanggup dan mampu membalikkan kutuk menjadi berkat. 

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Julukan, label, atau pikiran negatif apa yang membuat Anda berhenti berharap atau berdoa? Sebutkan dan kenapa hal itu masih Anda percayai?

2. Satu terobosan apa yang sedang Anda harapkan terjadi dalam hidup Anda saat ini (pekerjaan, keluarga, keuangan, pelayanan, atau pemulihan batin? Berserulah kepada Tuhan dengan mendeklarasikan janji Firman Tuhan atas hal itu.  

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?