Menangis namun Berbahagia

Menangis namun Berbahagia

Yenny Budhihartono Contributor
      724

Matius 5:4

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”

 

Bacaan Setahun : Amsal 14; Galatia 3; 1 Raja-Raja 9-10

Perkataan Tuhan Yesus ini adalah rangkaian dari seri kotbah di bukit. Ini merupakan sabda bahagia kedua dari delapan seri ‘berbahagialah’. Kata ‘berdukacita’ dalam bahasa Yunani yang digunakan disini adalah "penthountes", yang artinya orang-orang yang sedang berduka dan bersedih hati secara mendalam.

Jadi arti kata ini menunjukkan rasa sedih yang sangat dalam, sampai sudah tidak bisa menangis lagi karena dukacita mengakibatkan seseorang hancur dan remuk hatinya.

“Berbahagialah orang yang berdukacita”

Tetapi kenapa Tuhan meminta mereka yang berdukacita itu harus berbahagia?

Sebab saat mereka yang bersedih karena masalah dan cobaan tidak mampu menghadapinya sendiri, mereka akhirnya mencari Tuhan. Disitulah Tuhan akan menurunkan damai sejahtera-Nya, penghiburan, dan kekuatan bagi mereka.

Mazmur 62: 2-3 – “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku . Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.”

 

Mereka akan dihibur

Tuhan menjanjikan penghiburan bagi mereka yang berharap kepada-Nya. Ia hadir ketika kita benar-benar tidak berdaya dan terpuruk. Inilah  janji Tuhan kepada kita semua:

Mazmur 37:24 – “Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”

Selama kita percaya

Selama kita berharap

Dan selama kita mau mencari Tuhan

Pasti penghiburan, kekuatan, damai sejahtera dan jalan keluar dari Tuhan. 



Renungan ini dibuat oleh Yenny Budhihartono.

Ikuti Kami