Bersusah Payah Mencari Rezeki VS Mengandalkan Hikmat Tuhan
Kalangan Sendiri

Bersusah Payah Mencari Rezeki VS Mengandalkan Hikmat Tuhan

Hilda Tri Lestari Contributor
      797

Amsal 12:11

Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

 

Bacaan setahun : Mazmur 73; Ibrani 7; Nahum 1-3

 

Ketika manusia pertama jatuh kedalam dosa, salah satu akibatnya manusia akan bersusah payah untuk mencari rezeki. Kejadian 3:17C – “...maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.

Manusia harus berlelah-lelah untuk bisa mendapatkan makanan. Bahkan sekalipun manusia berjerih lelah, ada kalanya hasilnya nihil. Hal ini membuat manusia mudah tergoda untuk mencari cara singkat agar tetap memenuhi kebutuhannya. Mereka tidak mau berjerih lelah lagi karena terkadang membuat kecewa dengan hasil yang tidak sesuai ekspektasi.

Manusia mulai melakukan judi, mencuri, menipu, berbuat asusila, dan hal apapun yang bisa menghasilkan uang dengan cara yang singkat. Namun semuanya itu adalah kesia-siaan belaka. Kenapa? Karena hal itu bersifat jangka pendek dan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung.

Ketika kita menjadi orang percaya, apakah kita tidak perlu lagi bersusaha untuk mencari makan karena Tuhan telah membebaskan kita dari kutuk? Tentu saja tidak. Seperti perkataan Paulus pada jemaat Tesalonika. 2 Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Apa perbedaan antara orang percaya dan tidak? Orang percaya akan terus berusaha untuk mendapatkan makan. Tapi mereka tidak perlu banting tulang sepanjang hari tanpa istirahat untuk mendapatkannya dan berujung melupakan Tuhan karena kelelahan.

Orang percaya akan diberikan hikmat oleh Tuhan tentang bagaimana melakukannya. 

Mazmur 127:2 -  Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Ayat ini menggambarkan orang percaya yang terus berusaha, tetapi mereka tetap mengandalkan Tuhan karena mereka percaya tanpa perkenanan Tuhan usaha mereka sia-sia. Tuhan pun akan memberkati orang yang mengandalkan-Nya diwaktu istirahat mereka.

Mari kita bersama-sama hanya mengandalkan dan berharap pada Tuhan saja sambil terus berusaha. Apapun situasi yang terjadi akhir-akhir ini, jangan putus asa! Lakukan apa yang menjadi bagianmu dan Tuhan akan melakukan apa yang menjadi bagian-Nya dengan begitu sempurna! Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami