Hidup Seia Sekata, Sehati Sepikir dan Jauhi Perpecahan
Kalangan Sendiri

Hidup Seia Sekata, Sehati Sepikir dan Jauhi Perpecahan

Lori Official Writer
      8508

1 Korintus 1: 10

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 138; Yohanes 15; Ezra 1-2

“Kamu bisa mengikat dua Tomcat bersama-sama tetapi mereka hanya menjadi satu tanpa menciptakan persatuan.” Suami saya, Bill, seringkali mengucapkan ilustrasi ini.

Sayangnya, banyak gereja yang mengalami kondisi seperti analogi dari suami saya. Dalam kondisi ini, akan selalu muncul satu pertanyaan yaitu siapa yang bertanggung jawab?

Saya tersenyum saat mendengar orang Kristen berharap mereka bisa jadi bagian dari gereja mula-mula. “Orang-orang percaya bersekutu. Mereka saling menjaga!” 

Sayangnya, gereja tidak melakukan hal itu. Perebutan kekuasaan dan perselisihan antara orang-orang percaya terus meningkat pada saat itu. Itu sebabnyak Paulus harus menulis surat kepada gereja-gereja saat itu.

Kesatuan adalah hidup dalam perbedaan tanpa konflik. Kita, sebagai orang-orang yang berbeda, sama-sama percaya bahwa Yesus adalah Raja. Kita hidup sesuai dengan standar firman-Nya dan sama seperti Dia menghargai kita atas hidup-Nya sendiri, kita berkomitmen untuk mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita sendiri. Inilah pemahaman yang membuat kita menjadi sehati dan sepikir.

Tuhan memanggil kita bukan saja bersatu di tengah gereja. Tetapi kita juga harus menjadi duta pembawa damai bagi dunia. Kita bisa menunjukkan diri kita sebagai pembawa damai melalui kesaksian hidup kita. Seperti bagaimana kita hidup berdampingan dengan tetangga yang berbeda keyakinan, budaya atau pemikiran. 

Di Hari Peringatan Toleransi Internasional hari ini, mari merenungkan kembali nasihat dari Paulus di atas supaya kita “seia sekata, sehati sepikir dan mengjauhi perpecahan”. Sehingga lewat hidup kita, dunia mengenal arti persatuan dan perdamaian yang sejati.

 

 

Hak cipta Teri Gasser, disadur dari Crosswalk.com

 


 

Anda diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?