Hidup Untuk Menabur Sukacita Bagi Semua Orang

Renungan Harian / 28 November 2021

Kalangan Sendiri
Hidup Untuk Menabur Sukacita Bagi Semua Orang
Lori Official Writer
      3780

Ulangan 6: 7

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

 

 

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 1; Wahyu 7; Ester 7-8

Saya tidak pernah mengalami kebahagiaan yang dirasakan kakak saya, tetapi kebahagiaan itu menular kepada saya.

“Aku harus bagikan salah satu kebahagiaan terbesar yang pernah aku alami. Aku baru saja berdoa bersama cucu perempuanku supaya dia mengenal Tuhan,” tulisnya lewat pesan.

Kakak saya ini adalah sumber inspirasi terbesar dalam hidup saya karena dia bisa mengokohkan hubungan di tengah keluarga kami.

Dia benar-benar menghidupi ayat firman dalam Ulangan 6: 7, yang berkata, “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Dia tahu bahwa dalam hubungan hal terpenting yang perlu dibagikan adalah Yesus. Untuk membagikan hubungan tersebut, dia sengaja meluangkan waktu, terutama dengan cucu-cucunya. Bahkan saat hal itu sama sekali tidak nyaman, seperti saat sedang membuat kue, jalan-jalan dan bahkan membuat video Youtube. Dia sengaja menciptakan ruang untuk membagikan kasih Yesus yang besar kepada siapapun di keluarganya.

 

Baca Juga: 

Sudahkah Hatimu Penuh Sukacita?

Tahukah Darimana Datangnya Sukacita Itu?

 

Dia memang harus membayar harga untuk hal itu. Karena seringnya dia harus mengesampingkan hal-hal yang dia sukai untuk itu.

Ya, dengan kata lain ‘menjadi peduli kepada orang lain’ memang akan merugikan kita. 

Tetapi dari apa yang dilakukan kakak saya, saya belajar tentang proses alami yang membentuk kepribadiannya. Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan Tuhan, orang-orang dan membagikan sukacita kepada semua orang.

Di kesehariannya, dia berusaha membangun ikatan kasih dan sukacita antar lintas generasi di keluarga kami. 

Setelah membaca pesannya, terbersit di dalam hati bahwa saya mau seperti kakak saya. Saya mau berbagi tentang Yesus kepada anak-anak saya sendiri, semua anggota keluarga dan orang-orang di lingkungan dan gereja saya.

Semoga setiap kita bisa menerapkan inti dari Ulangan 6: 7 melalui hidup kita; membagikan Kabar Baik dan kasih Yesus dimanapun kita berada, berjalan dan bekerja.

Semoga kasih-Mu tercurah setia hari atas orang-orang yang ada di sekitarku, dan semoga aku bisa membagikan kasih-Mu dimanapun dan kepada siapapun. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin

 

Hak cipta Lynn Cowell, disadur dari Crosswalk.com

 


 

Anda diberkati dengan renungan harian kami? Mari dukung kami untuk terus memberkati lebih banyak orang melalui konten-konten terbaik di website ini.

Yuk bergabung jadi mitra Jawaban.com hari ini.

 

DAFTAR

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?